SAMPIT – Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Johny Tangkere, resmi memasuki masa purna tugas Senin, 2 Maret 2026. Momen haru itu disampaikannya saat acara perpisahan bersama jajaran pegawai Disperindag Kotim, menandai berakhirnya perjalanan panjangnya sebagai aparatur sipil negara (ASN).
“Hari Senin 2 Maret saya sudah purna tugas, tidak ada perpisahan yang tidak menyakitkan dan sedih. Saya bersyukur di akhir karier saya sebagai ASN saya bisa membersamai semua di Dinas Koperasi. Tidak pernah terbayangkan oleh saya. Saya paling lama di dinas PTSP 16 tahun setengah, Dishub 2 tahun, Disnaker 1,5 tahun,” ujar Johny, Sabtu 28 Februari 2026.
Dalam kesempatan itu, ia mengenang perjalanan pengabdiannya di berbagai organisasi perangkat daerah. Sebelum memimpin Disperindag Kotim, Johny tercatat pernah bertugas di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) selama 16,5 tahun, Dinas Perhubungan (Dishub) selama dua tahun, serta Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) selama 1,5 tahun.
Meski masa jabatannya di Disperindag tidak terlalu panjang, Johny mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang perlu dituntaskan. Namun demikian, ia bersyukur sejumlah langkah strategis sudah mulai dijalankan, khususnya dalam pembenahan pasar dan penguatan kelembagaan koperasi di Kotim.
“Belum banyak hal yang bisa kita lakukan, tapi arah ke sana sudah kita lakukan, PR saya masih banyak. Pasar Mangkikit sudah mulai proses, Pasar Pelangsian sudah kita ambil, Pasar Parenggean sudah kita perbaiki, kemudian Pasar Samuda yang masih perlu diupayakan. Saya bersyukur menyelesaikan pembentukan 185 koperasi di desa dan kelurahan yang ada di Kotim. Bidang UMKM saya harap terus dilakukan pembinaan,” tegasnya.
Ia menjelaskan, penataan dan pengelolaan pasar menjadi salah satu fokus utama selama kepemimpinannya. Proses penanganan Pasar Mangkikit telah berjalan, Pasar Pelangsian berhasil diambil alih untuk pengelolaan yang lebih baik, serta Pasar Parenggean yang telah diperbaiki infrastrukturnya.
Sementara Pasar Samuda masih memerlukan upaya lanjutan agar dapat berkembang optimal dan memberikan dampak bagi perekonomian masyarakat. Tak hanya itu, capaian pembentukan 185 koperasi di seluruh desa dan kelurahan di Kotim menjadi salah satu kebanggaannya menjelang akhir masa tugas. Menurutnya, penguatan koperasi adalah fondasi penting dalam membangun ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan.
Di akhir sambutannya, Johny berharap pembinaan terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus digencarkan. “Sektor UMKM memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan ekonomi daerah, terutama di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah,”ucapnya.
Suasana perpisahan pun berlangsung penuh haru. Para pegawai dan rekan kerja menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kepemimpinan Johny selama bertugas, sekaligus mendoakan agar masa purna tugasnya menjadi babak baru yang penuh kebahagiaan. Pengabdian panjangnya kini resmi berakhir, namun jejak kerja dan kontribusinya bagi Kotim akan terus dikenang.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post