SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur terus memperkuat komitmen menjaga kualitas lingkungan melalui partisipasi aktif dalam Rapat Koordinasi Monitoring Pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).
Kegiatan tersebut diikuti secara daring dari Gedung E Sekretariat Daerah sebagai bagian dari upaya memastikan program nasional berjalan selaras hingga ke daerah.
“Mewakili Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, saya mengikuti rapat koordinasi monitoring pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI secara daring. Kegiatan ini menjadi ruang penting untuk menyatukan langkah pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan lingkungan yang aman, sehat, bersih, dan indah,” ujar Wakil Bupati Kotim, Irawati, Rabu 18 Februari 2026.
Rapat koordinasi ini diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Otonomi Daerah dan merupakan tindak lanjut atas arahan Prabowo Subianto dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah.
“Melalui Gerakan Indonesia ASRI, pemerintah menekankan pentingnya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan sebagai fondasi pembangunan, mulai dari kebersihan permukiman, pengelolaan sampah, hingga penataan ruang yang ramah lingkungan,”tegasnya.
Menurut Irawati, koordinasi lintas level pemerintahan menjadi kunci agar implementasi program tidak berhenti pada tataran kebijakan, melainkan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Ia menilai, sinergi yang solid akan mempercepat pencapaian target lingkungan yang lebih tertata, sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga Kotim secara berkelanjutan.
“Melalui koordinasi ini, saya berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah semakin kuat, sehingga upaya menjaga kebersihan dan kualitas lingkungan dapat berjalan optimal serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kotawaringin Timur,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen, mulai dari perangkat daerah hingga masyarakat, untuk berperan aktif menyukseskan Gerakan Indonesia ASRI. Dengan kolaborasi dan kesadaran bersama, Irawati optimistis lingkungan yang aman, sehat, resik, dan indah dapat terwujud dan diwariskan kepada generasi mendatang.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post