SAMPIT – Angin kencang yang melanda Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) pada Rabu 4 Februari 2026 menyebabkan sejumlah kejadian darurat di beberapa titik wilayah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim mencatat sedikitnya empat laporan kejadian akibat cuaca ekstrem tersebut, mulai dari pohon tumbang hingga kerusakan rumah warga.
Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, menyampaikan bahwa berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang masuk melalui alat pemantau cuaca, pada hari ini terdeteksi kecepatan angin gusty atau hembusan kuat mencapai 20 knots, dengan rata-rata kecepatan angin berkisar antara 5 hingga 10 knots.
“Berdasarkan data BMKG yang masuk di alat BMKG untuk hari ini, sempat ada data kecepatan angin gusty di angka 20 knots dengan rata-rata kecepatan angin 5–10 knots,” jelasnya, Rabu 4 Februari 2026.
Ia mengungkapkan, angin kencang yang dipicu oleh keberadaan awan Cumulonimbus (CB) tersebut berdampak langsung terhadap sejumlah wilayah permukiman dan akses jalan di Kotim. Hingga pukul 18.29 WIB, BPBD Kotim menerima empat laporan kejadian yang telah dan sedang ditangani di lapangan.
Kejadian pertama berupa pohon tumbang di Jalan Kenan Sandan, Kelurahan Baamang Tengah, Kecamatan Baamang. Pohon tersebut sempat menghalangi badan jalan, namun telah berhasil ditangani dan saat ini kondisi dinyatakan aman serta terkendali.
Kejadian kedua juga berupa pohon tumbang yang terjadi di Jalan M.T. Haryono, Kelurahan Mentawa Baru Hulu, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Petugas gabungan bergerak cepat ke lokasi untuk melakukan penanganan, dan kejadian tersebut telah dapat diatasi sehingga arus lalu lintas kembali normal.
Sementara itu, kejadian ketiga dilaporkan berupa kerusakan atap rumah warga di Kompleks Graha Pramuka, Jalan Pramuka, Kelurahan Sawahan, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Berdasarkan hasil kaji cepat yang dilakukan BPBD, rumah tersebut dalam kondisi tidak berpenghuni saat kejadian sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.
Selain itu, BPBD Kotim juga menerima laporan keempat berupa rumah rubuh di Jalan Madiun Ngawi, Kelurahan Sawahan, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Hingga laporan disampaikan, tim BPBD masih dalam perjalanan menuju titik kejadian untuk melakukan kaji cepat.
“Lokasi tidak bisa ditempuh dengan kendaraan roda empat, sehingga penanganan dilakukan dengan sistem estafet menggunakan kendaraan roda dua,” ujar Multazam.
Untuk penanganan kejadian pohon tumbang, BPBD Kotim melibatkan berbagai unsur dalam kegiatan gotong royong di lapangan. Personel BPBD yang diterjunkan sebanyak tujuh orang, didukung oleh dua orang dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), tiga personel Polri, serta partisipasi aktif masyarakat sekitar. Pohon yang tumbang dipotong dan dipindahkan agar tidak lagi mengganggu aktivitas warga.
“BPBD Kotim terus melakukan pemantauan situasi dan berkoordinasi dengan BMKG serta instansi terkait guna mengantisipasi potensi cuaca ekstrem susulan,”tegasnya.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, terutama terhadap potensi angin kencang, hujan lebat, dan pohon tumbang, serta segera melaporkan ke pihak berwenang apabila terjadi kejadian darurat di lingkungan masing-masing.
BPBD juga mengingatkan warga agar mengamankan bangunan, atap rumah, dan benda-benda di sekitar tempat tinggal yang berpotensi membahayakan keselamatan saat terjadi angin kencang.
(dia/matakalteng)



















Discussion about this post