SAMPIT – Puskesmas Baamang 1 kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak melalui pelaksanaan kelas ibu hamil perdana tahun 2026 di wilayah kerjanya. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, mulai 27 hingga 29 Januari 2026, dan menjadi pembuka rangkaian program pembinaan kesehatan keluarga yang akan terus berlanjut, termasuk rencana pelaksanaan kelas balita.
Kepala Puskesmas Baamang 1, Supriadi, menegaskan pentingnya pemanfaatan layanan kesehatan yang telah dijamin oleh BPJS Kesehatan, khususnya bagi peserta yang iurannya dibayarkan oleh pemerintah.
“Manfaatkan BPJS terutama yang dibayarkan pemerintah, karena kalau tidak digunakan sewaktu-waktu bisa dihentikan,” ujarnya saat menyambut peserta kelas ibu hamil, Selasa 27 Januari 2026.
Ia menjelaskan, kelas ibu hamil ini menjadi sarana edukasi penting bagi para calon ibu agar lebih memahami hak dan layanan kesehatan yang dapat diakses secara gratis. Selain pemeriksaan rutin, saat ini Puskesmas Baamang 1 juga telah menyediakan layanan USG yang bisa dimanfaatkan oleh ibu hamil.
“Sekarang USG juga sudah bisa dilakukan di puskesmas, terutama untuk mengecek berat badan janin dan kesehatan janin. Dan itu gratis karena ditanggung BPJS, sehingga bisa meringankan beban orang tua yang biasanya harus membayar ke dokter praktik untuk USG,” jelasnya.
Supriadi menambahkan, BPJS Kesehatan menanggung dua kali pemeriksaan USG, yakni pada trimester pertama (TM 1) dan trimester ketiga (TM 3). Sementara untuk trimester kedua (TM 2), ibu hamil tetap disarankan melakukan pemeriksaan lanjutan ke dokter spesialis kandungan apabila diperlukan.
“Ini sudah sangat membantu masyarakat, karena layanan dasar kehamilan bisa didapatkan tanpa biaya,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, pihak puskesmas juga mengingatkan ibu hamil agar disiplin mengonsumsi tablet tambah darah. Menurutnya, hal ini sangat penting untuk menunjang kesehatan ibu dan janin selama kehamilan, sekaligus berperan dalam kesiapan produksi ASI setelah melahirkan.
“Kami terus mengingatkan agar rutin minum tablet tambah darah, karena ini penting untuk mencegah anemia dan menunjang kesehatan ibu dan bayi,” katanya.
Tak hanya itu, Supriadi juga mendorong agar proses persalinan dilakukan di puskesmas. Selain aman dan ditangani tenaga kesehatan, seluruh administrasi pasca persalinan akan langsung diproses, termasuk untuk bayi yang baru lahir.
“Kalau persalinan dilakukan di puskesmas, nanti setelah melahirkan semua administrasi sudah lengkap, termasuk untuk bayinya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, setiap bayi yang lahir akan menjalani skrining kesehatan atau Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) sebelum usia tiga hari. Pemeriksaan ini dilakukan dengan pengambilan sedikit darah di ujung jari tangan bayi dan hasilnya akan dimasukkan ke dalam data nasional.
“Gunanya untuk mendeteksi apakah bayi memiliki penyakit bawaan atau gangguan tertentu. Pemeriksaan SHK ini hanya bisa dilakukan saat bayi baru lahir, karena kalau sudah balita tidak bisa lagi,” jelas Supriadi.
Lebih lanjut, Puskesmas Baamang 1 juga memiliki sistem pemantauan berkelanjutan bagi ibu hamil melalui grup khusus. Dengan sistem ini, tenaga kesehatan dapat memantau kondisi ibu hamil secara lebih intensif dan mendeteksi sejak dini risiko kehamilan.
“Setiap ibu hamil kami masukkan dalam grup pemantauan, sehingga jika ada masalah kami bisa langsung memonitor, terutama untuk ibu hamil dengan risiko tinggi seperti tekanan darah tinggi, riwayat kehamilan tertentu, atau potensi penyakit menular dari ibu ke bayi,” ungkapnya.
Melalui pelaksanaan kelas ibu hamil ini, Puskesmas Baamang 1 berharap para ibu hamil semakin sadar akan pentingnya pemeriksaan rutin, memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia, serta mempersiapkan kehamilan dan persalinan secara aman demi melahirkan generasi yang sehat dan berkualitas.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post