SAMPIT – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Kali ini, kebakaran lahan dilaporkan terjadi di sekitar permukiman warga di Jalan Sudirman Km 43, Kelurahan Baamang Tengah, Kecamatan Baamang, Kamis 22 Januari 2026 siang, dengan luasan terbakar sekitar satu hektare.
Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian tersebut pada pukul 11.56 WIB dan langsung mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi.
“Begitu menerima informasi dari WAG dan personel TRC BPBD Kotim, tim langsung bergerak ke lapangan dan tiba di lokasi sekitar pukul 13.15 WIB untuk melakukan penanganan,” ujar Multazam, Kamis 22 Januari 2026.
Ia menjelaskan, kebakaran terjadi di lahan kosong dengan jenis vegetasi mineral yang berada tidak jauh dari rumah penduduk. Berdasarkan informasi awal di lapangan, kebakaran diduga dipicu oleh aktivitas pembukaan lahan oleh warga.
“Penyebab kebakaran sementara diduga karena adanya aktivitas pembukaan lahan. Ini yang terus kami ingatkan agar tidak dilakukan, apalagi dalam kondisi cuaca yang rawan,” tegasnya.
Dalam penanganan kejadian tersebut, BPBD Kotim mengerahkan enam personel TRC yang terdiri dari Umar Kayam, Supianoor, Rendra, Aldi, Sugianto, dan Toni. Selain itu, unsur Polri turut membantu dengan dua personel, serta dukungan dari pihak keamanan PT HMBP 2 sebanyak 20 orang.
“Penanganan dilakukan secara bersama-sama dengan dukungan peralatan di lapangan, antara lain satu unit mobil patroli roda empat, satu unit alkon, lima roll selang, satu buah nozel, serta dua unit tangki air dari PKS Hamparan 2,” jelas Multazam.
Ia menambahkan, langkah sementara yang dilakukan setelah api berhasil dikendalikan adalah melakukan pemantauan di sekitar lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api baru.
BPBD Kotim juga melakukan koordinasi dan sosialisasi dengan pihak PT HMBP 2 agar dilakukan pendinginan lanjutan di area bekas kebakaran.
“Kami tidak hanya fokus pada pemadaman, tetapi juga pada upaya pencegahan agar kebakaran tidak meluas atau kembali terjadi. Pendinginan dan monitoring menjadi bagian penting setelah kejadian,” katanya.
Multazam kembali menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam pencegahan karhutla. Ia mengimbau warga untuk tidak melakukan pembakaran lahan dengan alasan apa pun, karena berpotensi menimbulkan kebakaran yang lebih luas dan membahayakan keselamatan serta lingkungan.
“Kami terus melakukan imbauan kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Jika menemukan tanda-tanda kebakaran, segera laporkan agar bisa cepat ditangani,” pungkasnya.
BPBD Kotim memastikan akan terus meningkatkan kesiapsiagaan dan pengawasan, seiring dengan status siaga darurat karhutla yang telah ditetapkan di wilayah Kotawaringin Timur.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post