SAMPIT – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Bandar Udara H Asan Sampit memaparkan hasil analisis cuaca terkini terkait potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Berdasarkan pemantauan BMKG, kondisi curah hujan pada Dasarian III Januari 2026 berada pada kategori rendah hingga menengah dan berpotensi meningkatkan risiko karhutla di sejumlah wilayah.
Kepala BMKG Bandar Udara H Asan Sampit, Mulyono Leo Nardo, menjelaskan bahwa hingga pertengahan Januari 2026, BMKG terus memantau hari tanpa hujan di wilayah Kotim.
“Pada tanggal 11 sampai 20 Januari kemarin kami melakukan monitoring hari tanpa hujan. Untuk wilayah Kotim, khususnya Sampit, kategorinya masih sangat pendek. Ini berbeda dengan wilayah Seruyan hilir yang justru masuk kategori panjang, karena sudah sekitar satu bulan tidak terjadi hujan,” ungkap Leo Nardo, Kamis 22 Januari 2026.
Ia menjelaskan, meskipun Kotim masih masuk kategori hari tanpa hujan sangat pendek, kondisi tersebut tidak berarti aman sepenuhnya. Hal ini disebabkan adanya hujan yang hanya terjadi sesekali dan tidak merata.
“Di Sampit masih terhitung sangat pendek karena masih ada hujan, misalnya hujan tengah malam pada tanggal 18 dan 19 Januari. Namun di beberapa titik lain, hujan tidak terjadi sama sekali,” jelasnya.
Berdasarkan hasil analisis BMKG, prakiraan curah hujan Dasarian III Januari 2026 di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur berada pada kategori rendah hingga menengah, dengan kisaran 0 hingga 50 milimeter, bahkan di beberapa titik hanya berkisar 20–50 milimeter. Kondisi ini jauh di bawah kondisi normal bulan Januari.
“Analisis kami menunjukkan curah hujan berada di kategori rendah, sekitar 0 sampai 50 milimeter. Padahal secara klimatologis, bulan Januari normalnya berada di atas 100 sampai 150 milimeter,” kata Leo Nardo.
Selain curah hujan, sifat hujan di wilayah Kotim juga diprakirakan berada pada kategori bawah normal. Kondisi ini memperkuat potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan, terutama pada lahan-lahan kering dan gambut yang mudah terbakar.
Meski demikian, BMKG juga menyampaikan adanya peluang hujan dalam waktu dekat. Leo Nardo menyebutkan bahwa berdasarkan prakiraan cuaca, hujan berpotensi terjadi pada akhir Januari.
“BMKG memprakirakan pada tanggal 25 hingga 26 Januari akan terjadi hujan di wilayah Kotim, meskipun intensitasnya masih ringan hingga sedang,” ujarnya.
Ia menambahkan, pada tanggal 28 hingga 29 Januari 2026, wilayah Kotim kembali memiliki potensi hujan, namun secara umum curah hujan Dasarian III tetap berada pada kategori rendah.
“Untuk tanggal 28 dan 29 juga ada potensi hujan, tetapi secara keseluruhan, curah hujan dasarian ketiga Januari ini masih tergolong rendah,” tambahnya.
BMKG menekankan bahwa informasi prakiraan cuaca ini penting sebagai dasar kewaspadaan bersama, terutama bagi pemerintah daerah, BPBD, dan masyarakat, dalam menghadapi potensi karhutla. Dengan kondisi curah hujan rendah dan sifat hujan di bawah normal, upaya pencegahan dan kesiapsiagaan perlu terus ditingkatkan.
BMKG Stasiun Meteorologi H Asan Sampit mengimbau seluruh pihak untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca dan peringatan dini yang dikeluarkan secara resmi, serta menghindari aktivitas pembakaran lahan yang dapat memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post