SAMPIT — Seorang pria di Desa Hanjalipan, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, diduga menganiaya ayah kandungnya sendiri. Peristiwa itu terjadi pada Kamis pagi, 22 Januari 2026, sekitar pukul 07.30 WIB.
Penganiayaan tersebut berlangsung di rumah korban yang berada di RT 04 RW 01 Desa Hanjalipan. Informasi yang dihimpun menyebutkan, pelaku diduga berada di bawah pengaruh narkotika saat kejadian. Warga juga menyebut peristiwa kekerasan terhadap ayah kandung itu bukan kali pertama terjadi.
Sebelumnya, pelaku dikabarkan pernah membacok ayahnya hingga menyebabkan luka pada bagian tangan korban. Saat itu, pelaku sempat menjalani perawatan. Namun setelah kembali ke lingkungan rumah, tindakan kekerasan kembali terjadi.
Aksi penganiayaan terbaru tersebut terekam dalam sebuah video berdurasi sekitar 37 detik dan beredar luas di media sosial. Dalam rekaman itu, terlihat seorang pria muda tanpa mengenakan baju memegang kerah pakaian seorang pria berkaus hitam yang diduga merupakan ayahnya.
Peristiwa terjadi di depan sebuah rumah berwarna biru. Pelaku tampak menekan korban dan sempat melayangkan gerakan memukul. Korban terlihat tidak melakukan perlawanan. Video tersebut direkam oleh warga sekitar yang tidak berani melerai karena situasi dinilai berbahaya.
Kasi Humas Polres Kotim AKP Edy Wiyoko membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan tersebut. Ia mengatakan, saat ini kasus itu masih dalam tahap penyelidikan oleh Polsek Kota Besi.
“Laporan baru diterima dan saat ini masih dalam proses penyelidikan. Pemeriksaan saksi-saksi sedang dilakukan,” kata Edy saat dikonfirmasi, Kamis, 22 Januari 2026.
Menurut Edy, polisi belum dapat memastikan motif pelaku melakukan penganiayaan. Pelaku diketahui baru mendatangi Polsek Kota Besi pada siang hari setelah kejadian.
“Motifnya belum bisa kami pastikan karena masih dilakukan pemeriksaan. Pelaku datang ke Polsek sekitar pukul 13.45 WIB,” ujarnya.
Hingga berita ini ditulis, polisi belum mengungkap identitas lengkap korban maupun pelaku.
(gus/matakalteng)






















Discussion about this post