SAMPIT – Dua peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi dalam satu hari di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Rabu 21 Januari 2026. Kebakaran pertama terjadi di kawasan Jalan Bawi Jahawen, Kelurahan Mentawa Baru Hilir, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, sementara kejadian kedua berlangsung di Jalan Poros Perum Betang Raya, RT 005/RW 002, wilayah Pasir Putih.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kotawaringin Timur, Multazam, menjelaskan bahwa kejadian pertama dilaporkan pada pukul 12.15 WIB. Petugas pemadam kebakaran bergerak cepat menuju lokasi empat menit kemudian dan tiba di tempat kejadian perkara (TKP) pada pukul 12.28 WIB. Operasi pemadaman mulai dilakukan pada pukul 12.30 WIB.
“Objek yang terbakar berupa lahan atau semak belukar dengan luas kurang lebih 600 meter persegi. Kebakaran berhasil dilokalisir pada pukul 12.50 WIB dan dilanjutkan dengan proses pendinginan serta pemeriksaan hingga dinyatakan selesai pada pukul 13.12 WIB,” ujar Multazam, Rabu 21 Januari 2026.
Ia menyebutkan, kebakaran lahan tersebut berpotensi merambat ke permukiman warga sehingga pemadaman dilakukan secara cepat dan terukur. Dugaan sementara penyebab kebakaran pertama ini adalah unsur kesengajaan atau arson.
Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa, baik luka ringan, luka berat maupun meninggal dunia.
“Penanganan di lapangan berjalan baik, kemampuan petugas memadai, dukungan logistik cukup, dan komunikasi antar petugas juga berjalan lancar. Kondisi cuaca saat itu cerah,” jelas Multazam.
Sementara itu, kebakaran lahan kedua terjadi pada sore hari di kawasan Jalan Poros Perum Betang Raya, wilayah Pasir Putih. Informasi kejadian diterima BPBD Kotim pada pukul 14.43 WIB melalui grup WhatsApp dan laporan dari pihak kelurahan. Tim tiba di lokasi sekitar pukul 15.00 WIB dan operasi pemadaman selesai pada pukul 15.20 WIB.
Multazam mengungkapkan, kebakaran kedua menghanguskan lahan kosong dengan luas sekitar 100 x 40 meter persegi. Berdasarkan kronologis kejadian, kebakaran diduga dipicu oleh puntung rokok yang dibuang sembarangan, kemudian api cepat membesar karena angin bertiup cukup kencang dan merambat ke semak belukar di sekitarnya.
“Vegetasi di lokasi berupa daerah gambut dan mineral, sehingga api cepat menyebar. Tim di lapangan segera melakukan pemadaman agar api tidak meluas dan melakukan pemantauan di sekitar lokasi untuk mengantisipasi kebakaran lanjutan,” terangnya.
Dalam penanganan kebakaran kedua ini, BPBD Kotim mengerahkan sembilan personel Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD, didukung oleh Damkarmat, pihak kelurahan Pasir Putih, masyarakat, serta wartawan. Peralatan yang digunakan meliputi dua unit truk tangki BPBD, satu unit truk tangki pemadam kebakaran, dua roll selang, dan dua buah nozzle.
“Alhamdulillah, kondisi akhir lokasi kebakaran sudah padam sepenuhnya dan tidak ada kebutuhan mendesak maupun kendala berarti selama operasi,” kata Multazam.
Menyikapi dua kejadian kebakaran lahan tersebut, Multazam mengimbau masyarakat agar lebih waspada, terutama karena wilayah Kotim mulai memasuki musim kemarau.
“Kami mengimbau warga agar berhati-hati dalam membuang puntung rokok dan tidak melakukan pembakaran lahan. Petani dan pelaku usaha perkebunan juga disarankan tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Peran aktif masyarakat dalam melaporkan kejadian karhutla sangat kami harapkan,” tegasnya.
BPBD Kabupaten Kotawaringin Timur menegaskan akan terus meningkatkan kesiapsiagaan dan koordinasi lintas sektor guna mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang lebih luas di wilayah tersebut.
(dia/matakalteng)



















Discussion about this post