SAMPIT – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melaksanakan Penyerahan Penghargaan Adiwiyata Tahun 2025 sekaligus Sosialisasi Penyelenggaraan Program Adiwiyata, Kamis 22 Januari 2026 bertempat di Aula DLH Kotawaringin Timur.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat peran sekolah sebagai garda terdepan pembentukan budaya peduli dan berwawasan lingkungan.
Kepala DLH Kotim, Marjuki yang secara resmi membuka kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh sekolah yang telah berhasil meraih Penghargaan Adiwiyata, baik di tingkat Kabupaten, Provinsi, Nasional, hingga Mandiri. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh unsur di lingkungan sekolah.
“Keberhasilan ini merupakan buah dari sinergi kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, peserta didik, orang tua, serta dukungan DLH, Dinas Pendidikan, dan Kementerian Agama,” ungkap Marjuki, Kamis 22 Januari 2026.
Ia menegaskan, Program Adiwiyata bukan sekadar penilaian administratif, melainkan sebuah gerakan berkelanjutan untuk menanamkan nilai-nilai kepedulian lingkungan hidup dalam aktivitas belajar mengajar dan budaya sekolah sehari-hari.
“Melalui program ini, sekolah diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, hijau, serta membentuk karakter peserta didik yang bertanggung jawab terhadap kelestarian alam,”ujarnya.
Marjuki juga memaparkan kondisi capaian Adiwiyata di Kabupaten Kotawaringin Timur. Dari total 596 sekolah yang terdiri dari jenjang SD, SMP, dan SMA, saat ini baru sekitar 5 persen yang berhasil meraih predikat Sekolah Adiwiyata.
Rinciannya, terdapat 20 sekolah Adiwiyata tingkat Kabupaten, 5 sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi, 4 sekolah Adiwiyata tingkat Nasional, dan 3 sekolah Adiwiyata Mandiri.
“Kondisi ini menunjukkan bahwa peluang kita masih sangat besar. Dengan jumlah sekolah yang cukup banyak, potensi untuk menambah sekolah Adiwiyata di Kotim masih terbuka lebar,” tegasnya.
Melalui kegiatan penyerahan penghargaan dan sosialisasi ini, DLH Kotim berharap semakin banyak sekolah yang terdorong untuk mengimplementasikan Program Adiwiyata secara konsisten dan berkelanjutan.
Tidak hanya mengejar predikat, tetapi benar-benar menjadikan nilai-nilai peduli lingkungan sebagai bagian dari karakter dan budaya sekolah.
“DLH Kotim berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan, pembinaan, serta sinergi lintas sektor agar Program Adiwiyata dapat berjalan optimal,”tegasnya.
Harapannya, upaya ini mampu mencetak generasi muda yang sadar lingkungan sejak dini, sekaligus berkontribusi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup di Kabupaten Kotawaringin Timur.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post