SAMPIT – Pelaksanaan Expo dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dinilai memberikan dampak ekonomi yang signifikan, khususnya bagi pelaku UMKM. Namun di balik tingginya antusiasme pengunjung dan perputaran uang yang tercipta, partisipasi kecamatan masih menjadi catatan penting karena belum seluruh wilayah ambil bagian.
Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kotim, Johny Tangkere, mengungkapkan bahwa Expo Sampit 2026 mampu menciptakan perputaran uang yang cukup besar.
“Kalau kita hitung, perputaran uang selama expo itu sekitar Rp7 sampai Rp8 miliar. Bahkan ada stan OPD yang perputaran penjualannya bisa mencapai Rp2,5 juta dalam satu malam karena menjual produk-produk UMKM,” ujarnya, Kamis 15 Januari 2026.
Ia menyebutkan, rata-rata stan mencatatkan penjualan jutaan rupiah setiap malam, meski ada juga yang hanya ratusan ribu. Menurutnya, hal itu tetap menunjukkan bahwa expo menjadi ruang yang efektif untuk mempromosikan sekaligus memasarkan produk UMKM lokal.
“Selama expo, rata-rata penjualannya jutaan tiap malam. Itu murni dari produk UMKM,” katanya.
Johny juga menyoroti tingginya jumlah pengunjung yang datang setiap malam. Ia menilai kepadatan pengunjung menjadi indikator keberhasilan penyelenggaraan expo tahun ini.
“Kalau kita perhatikan, tiap malam itu padat. Pengunjungnya banyak sekali,” ucapnya.
Salah satu inovasi yang dilakukan tahun ini adalah penempatan stan OPD di jalur masuk area expo. Kebijakan ini dinilai memberikan dampak positif terhadap arus kunjungan masyarakat.
“Penempatan stan OPD di jalan masuk itu salah satu solusi yang saya coba bikin tahun ini. Dampaknya cukup bagus terhadap kunjungan, karena masyarakat pasti lewat di situ,” jelas Johny.
Selain pameran, rangkaian kegiatan hiburan juga menjadi daya tarik tersendiri. Penampilan artis nasional yang sedang populer berhasil menyedot ribuan penonton.
“Artis yang ditampilkan kemarin seperti Juan Reza itu sampai ribuan yang hadir menonton. Artisnya juga yang lagi hits saat ini,” ungkapnya.
Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, Johny menilai antusiasme masyarakat pada expo tahun ini jauh lebih tinggi.
“Tahun ini lebih tinggi, besar, tinggi sekali antusiasnya. Salah satunya karena penataan stan lebih strategis dan hiburannya juga lebih menarik,” katanya.
Meski demikian, ia mengakui masih ada kekurangan dalam pelaksanaan expo, khususnya terkait partisipasi kecamatan dalam lomba yang digelar dekranasda serta festival Habaring Hurung. Misal lomba Menjawet hanya ada 7 kecamatan yang ikut dari 17 kecamatan yang ada di Kotim.
“Ini juga jadi evaluasi kita. Karena masih banyak kecamatan yang belum terlibat terutama pada lomba-lomba yang mempromosikan budaya daerah,” tegas Johny.
Menurutnya, keterlibatan kecamatan sangat penting untuk menampilkan potensi wilayah masing-masing, baik produk unggulan, UMKM, maupun kreativitas masyarakat. Ia berharap pada pelaksanaan expo berikutnya, seluruh kecamatan dapat berpartisipasi aktif.
“Ke depan, kecamatan harus ikut semua. Karena ini wadah promosi potensi daerah masing-masing,” ujarnya.
Johny menambahkan, secara umum pelaksanaan expo tahun ini sudah berjalan cukup baik. Tinggal peningkatan koordinasi dan keterlibatan semua pihak agar dampaknya semakin luas.
“Secara keseluruhan sudah habaring hurung, tinggal ditingkatkan koordinasi lagi untuk tahun depan,” pungkasnya.
Pemerintah daerah berharap Expo Kotim ke depan tidak hanya menjadi ajang hiburan dan perayaan, tetapi juga benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi lokal dengan keterlibatan penuh seluruh kecamatan dan pelaku usaha di daerah.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post