SAMPIT – Upaya pemulihan ruas jalan Mentaya Hulu di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai menunjukkan dampak signifikan bagi masyarakat. Setelah tiga hari pengerjaan intensif, kondisi jalan yang sebelumnya rusak berat dan berlumpur kini berangsur normal, sehingga arus kendaraan dan aktivitas warga kembali berjalan lancar.
Anggota DPRD Kotim Andi Lala menuturkan, perbaikan dilakukan dengan pola kerja cepat dan fokus pada titik-titik krusial yang selama ini paling banyak dikeluhkan masyarakat.
“Sejak hari pertama, kita langsung masuk ke titik terparah. Tidak ada penundaan karena ini menyangkut keselamatan dan ekonomi warga,” ujarnya, Kamis 15 Januari 2026.
Menurutnya, hingga saat ini progres pekerjaan telah menyentuh angka sekitar 80 persen, dengan total 17 titik kerusakan yang ditangani secara bertahap. Penanganan dimulai dari jalur atas yang kondisinya paling parah, kemudian berlanjut ke jalur bawah agar seluruh ruas dapat difungsikan secara optimal.
Keberhasilan percepatan perbaikan ini, kata Andi Lala, tidak lepas dari keterlibatan banyak pihak. Sejumlah perusahaan perkebunan di wilayah sekitar ikut berkontribusi melalui penyediaan material timbunan, alat berat, hingga armada angkutan. Dukungan juga datang dari pemerintah kecamatan, kelurahan, serta masyarakat setempat.
“Semua bergerak bersama. Ada yang bantu material, ada alat berat, ada tenaga. Inilah kekuatan gotong royong yang membuat pekerjaan bisa cepat,” ungkap politisi Partai Gerindra itu.
Pengawasan lapangan turut dilakukan oleh anggota DPRD Kotim lainnya, Hendra Sia dan Muhammad Abadi, untuk memastikan perbaikan tidak bersifat sementara. DPRD menekankan agar hasil pekerjaan benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Mentaya Hulu.
Andi Lala menambahkan, jalan tersebut memiliki peran vital sebagai jalur utama distribusi hasil kebun, akses pendidikan, dan layanan kesehatan. Karena itu, DPRD akan mendorong pemerintah daerah menyiapkan skema penanganan permanen agar kerusakan tidak terus berulang, terutama saat musim hujan.
Dengan kondisi jalan yang mulai pulih, masyarakat Mentaya Hulu diharapkan dapat kembali beraktivitas dengan aman dan lancar, sekaligus menjadi contoh bahwa kolaborasi lintas sektor mampu mempercepat solusi persoalan infrastruktur dasar di wilayah pedalaman Kotim.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post