SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor resmi melepas kafilah Kotim yang akan berlaga pada Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) XXXIII Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah di Kabupaten Barito Utara mulai 15 hingga 22 November 2025.
“Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Kotawaringin Timur, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih setulusnya kepada seluruh kafilah, pelatih, dan pendamping. Kehadiran saudara-saudara semua adalah bentuk pengabdian mulia dalam mengharumkan nama daerah,” ujar Halikinnor, Jumat 14 November 2025.
Bupati menegaskan bahwa seluruh peserta membawa kehormatan besar bagi Kotim karena tidak hanya bertanding memperebutkan juara, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai islami yang telah menjadi identitas daerah. Ia menyebut para peserta sebagai pahlawan Alqur’an yang berjuang dengan keikhlasan.
“Saudara-saudara semua adalah pahlawan Alqur’an. Kalian menjunjung tinggi nilai-nilai islami dan mencerminkan Kotawaringin Timur sebagai daerah religius, agamis, dan cinta Al-Qur’an,” tegasnya.
Halikinnor mendoakan seluruh peserta agar diberi kesehatan, kekuatan, dan kemudahan selama berlaga. Ia mengingatkan bahwa kemenangan sejati bukan hanya berupa piala, tetapi ketulusan dalam menjalankan syariat Allah.
“Semoga keikhlasan ini mendapat ridha Allah Subhanahu Wata’ala. Kemenangan hakiki bukan semata dari nilai atau piala, tetapi dari keikhlasan dalam berjuang,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua LPTQ Kotim Fajrurrahman memastikan seluruh kesiapan teknis dan logistik telah rampung. Kotim mengikuti seluruh cabang lomba dengan dukungan armada dan fasilitas yang lengkap.
“Kita mengikuti semua cabang. Pemondokan sudah siap, armada satu bus Yessoe, dua bus dari Dishub, dua Innova, satu double cabin, ditambah patwal Satlantas, patwal penutup dari Dishub, dan tenaga kesehatan yang standby tiga sampai lima orang,” ujar Fajrurrahman.
Ia menyampaikan bahwa kafilah mulai diberangkatkan hari ini mengingat rangkaian MTQH sudah dimulai besok, Sabtu 15 November. Seluruh peserta telah menjalani pemusatan latihan intensif selama dua bulan, baik di Sampit maupun di Palangka Raya.
“TC sudah kita lakukan. Ada dengan ustaz di Palangka Raya, ada guru pembina di sini sampai dua bulan TC, dan ada juga melalui zoom. Semua kita siapkan maksimal,” tambahnya.
Fajrurrahman optimistis Kotim dapat mempertahankan gelar juara umum pada MTQH tahun ini. Namun ia menegaskan bahwa nilai utama dari kegiatan ini bukan hanya prestasi, tetapi pembentukan karakter para peserta sebagai insan Al-Qur’an.
“Target kami mempertahankan juara umum dan kami optimis dengan materi yang sudah disiapkan. Tapi yang paling utama adalah bagaimana menjadi insan Al-Qur’an. Juara umum mudah-mudahan, tapi akhlak Qur’ani itu tujuan utama,” tuturnya.
Ia mengajak seluruh masyarakat Kotim mendoakan kelancaran dan kesuksesan kafilah agar dapat kembali mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post