SAMPIT – Meski pemerintah daerah akan melakukan efisiensi anggaran besar-besaran pada tahun 2026, rencana pengembangan taman wisata di Pulau Hanibung, Kecamatan Kota Besi, dipastikan tetap berjalan.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Alang Arianto, menyebut proyek tersebut akan dilaksanakan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) serta pihak ketiga.
“Kita tetap upayakan karena ini merupakan keinginan pimpinan daerah. Bupati menginginkan bagaimana membuka kawasan baru agar tumbuh pusat ekonomi baru di daerah itu. Masyarakat Desa Camba juga sangat mendukung, karena mereka berharap adanya pengembangan wisata dapat meningkatkan aktivitas ekonomi di sekitar Pulau Hanibung,” kata Alang, Selasa 4 November 2025.
Ia menjelaskan, pola pengembangan Pulau Hanibung tidak akan sepenuhnya bergantung pada anggaran daerah. Pihaknya telah menjalin komunikasi dengan sejumlah pihak, termasuk Bapperida Provinsi Kalimantan Tengah, Universitas Palangka Raya, serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), untuk mendukung rencana tersebut melalui riset dan pendanaan alternatif.
“Kemarin kita sudah sampaikan data-data ke Bapperida Provinsi dan Universitas Palangka Raya, dan mereka juga sudah meminta dokumen pendukung. Kita juga sudah berkoordinasi dengan BRIN untuk mendorong kolaborasi dalam pengembangan kawasan ini. Jadi konsepnya bukan hanya mengandalkan APBD, tetapi membuka peluang bagi pihak ketiga yang berkepentingan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Alang menerangkan bahwa pengembangan taman wisata ini akan dilakukan secara bertahap melalui kerja sama lintas sektor. Dinas Pariwisata menjadi penanggung jawab utama, sementara Bapperida mendukung dari sisi penyusunan masterplan dan riset inovasi daerah.
“Membangun kawasan wisata seperti ini tidak bisa hanya mengandalkan satu OPD. Karena itu, kita bagi tugasnya. Dinas Pariwisata sebagai penanggung jawab, sementara kami dari Bapperida mendukung dari sisi perencanaan dan riset. Meskipun terbatas, secara bertahap dari tahun 2025 sampai 2029 Insyaallah sudah mulai terlihat hasilnya,” tutupnya optimistis.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post