SAMPIT – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Alang Arianto, memastikan bahwa pemerintah daerah tetap berkomitmen menjalankan program prioritas pembangunan meski menghadapi efisiensi anggaran pada tahun 2026 mendatang.
Menurutnya, tahun 2026 merupakan tahun kedua pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029. Karena itu, Bapperida saat ini tengah mengawal 14 program prioritas Bupati Kotim yang menjadi arah kebijakan pembangunan daerah.
“Kalau kita di dalam forum koordinasi perencanaan daerah, tentu di tahun 2026 ini kita masuk tahun kedua RPJMD 2025–2029. Kita sudah mengkompilasi 14 program prioritas Bupati yang menjadi prioritas daerah dan harus benar-benar kita kawal, disamping perencanaan lain yang juga penting,” ujar Alang, Selasa 4 November 2025.
Ia menjelaskan, meskipun terjadi pengurangan Transfer Keuangan Daerah (TKD), pembangunan tetap akan berjalan. Pemerintah daerah berupaya melakukan efisiensi dengan menyesuaikan kegiatan yang masih bisa dilaksanakan tanpa mengganggu pelayanan publik dan target pembangunan daerah.
“Insyaallah, meskipun anggaran kita berkurang, pembangunan tetap ada. Beberapa kegiatan memang di efisiensikan sesuai pengurangan TKD. Namun saat rapat nasional dengan Kemendagri, kita sudah mengusulkan kembali agar sebagian anggaran bisa dipulihkan,” jelasnya.
Alang mengungkapkan, pengurangan TKD untuk Kotim mencapai sekitar Rp380 miliar. Namun, usulan pemulihan anggaran tersebut telah disampaikan kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, yang berjanji akan menindaklanjuti bersama Kementerian Keuangan.
“Kita sudah serahkan kembali daftar program yang terdampak pengurangan Rp380 miliar itu. Pak Mendagri meminta semua daerah menyampaikan program yang tertunda, karena beliau juga memperjuangkan agar daerah tetap bisa melayani masyarakat,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia menyebut sebagian besar kegiatan yang tertunda berasal dari sektor infrastruktur, terutama yang didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Salah satu di antaranya adalah proyek peningkatan jalan dari Kota Besi menuju Desa Kandan dan Camba, yang sempat tertunda akibat efisiensi.
“Program itu sebenarnya sudah masuk sejak 2024, yaitu peningkatan jalan Kota Besi, desa Kandan–Camba. Karena efisiensi, pekerjaan sempat tertunda. Tapi Insyaallah tahun 2026 nanti minimal bisa difungsikan meski belum diaspal, dengan penanganan awal menggunakan agregat,” terangnya.
Menurut Alang, perbaikan jalan tersebut sangat penting karena akan mendukung akses menuju Pulau Hanibung yang direncanakan menjadi kawasan taman wisata baru. Dengan perbaikan bertahap, diharapkan konektivitas antarwilayah dapat meningkat dan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.
“Jalan itu juga akan menunjang rencana pengembangan Pulau Hanibung sebagai taman wisata. Rata-rata kegiatan yang tertunda memang proyek infrastruktur, tapi kalau janji Mendagri kemarin bisa terealisasi, Insyaallah semua yang tertunda akan kita laksanakan kembali,” tutupnya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post