SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Halikinnor, memiliki gagasan menarik untuk menjadikan peringatan Hari Santri tahun depan lebih meriah dan bermakna. Ia ingin momentum tersebut tidak hanya menjadi seremoni keagamaan, tetapi juga menjadi ajang kebersamaan dan kegembiraan bagi seluruh santri di daerah ini.
Dalam arahannya, Halikinnor menyoroti bahwa selama ini santri jarang memiliki kesempatan untuk menikmati suasana perayaan di luar pondok pesantren karena rutinitas mereka yang padat.
Oleh sebab itu, ia mengusulkan agar Hari Santri berikutnya dirancang seperti hari raya kebersamaan, di mana seluruh elemen masyarakat turut terlibat, termasuk para pelaku UMKM lokal.
“Saya ingin ke depan, Hari Santri dibuat seperti hari raya yang gembira. Santri ini kan jarang sekali keluar seperti pelajar lainnya, mereka lebih banyak berada di pondok. Jadi kita buat acaranya lebih meriah, penuh kebahagiaan,” ujar Halikinnor, Kamis 23 Oktober 2025.
Menurutnya, kebahagiaan santri bisa diwujudkan dengan menggelar kegiatan rakyat yang melibatkan berbagai pihak, terutama para pedagang kecil dan UMKM. Ia bahkan mengusulkan agar disediakan makanan gratis bagi peserta peringatan, yang pembiayaannya akan ditanggung secara urunan oleh para pejabat daerah.
“Nanti kita libatkan UMKM, khususnya pedagang kue-kue dan makanan tradisional. Mereka bisa menyediakan hidangan seperti nasi kuning dan aneka jajanan. Biayanya nanti kita gotong royong bersama, pejabat yang urunan. Jadi ada pesta makan-makan juga supaya suasananya benar-benar seperti hari besar,” kata Bupati.
Lebih dari sekadar pesta, Halikinnor menilai konsep tersebut dapat memperkuat rasa kebersamaan antara santri, masyarakat umum, dan pelajar dari sekolah lain. Ia berharap acara Hari Santri ke depan dapat mempertemukan berbagai elemen muda agar saling mengenal dan bersinergi.
“Harapan saya, tahun depan Hari Santri bisa lebih meriah dan melibatkan semua pihak. Tidak hanya santri, tetapi juga pelajar umum melalui perwakilannya. Jadi ada kebersamaan antara santri dan pelajar lain karena mereka semua adalah generasi muda kita,” tegasnya.
Bupati juga menilai, kegiatan semacam ini bisa menjadi wadah untuk menumbuhkan solidaritas sosial dan memperkuat karakter religius di kalangan anak muda Kotim. Selain itu, pelibatan UMKM di acara keagamaan diyakininya dapat menggerakkan ekonomi lokal sekaligus memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kita ingin kebahagiaan itu menyebar. Santri bahagia, masyarakat ikut senang, dan UMKM juga dapat rezeki. Jadi maknanya bukan hanya seremonial, tetapi ada nilai ekonomi dan sosial di dalamnya,” pungkas Halikinnor.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post