SAMPIT – Gerakan pembentukan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus menunjukkan progres menggembirakan.
Pemerintah daerah melalui Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) Kotim menggelar sosialisasi koperasi Merah Putih yang diikuti 400 peserta dari seluruh desa dan kelurahan yang terbentuk 185 koperasi, Kamis 23 Oktober 2025, di Sampit.
“Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran koperasi sebagai pilar ekonomi rakyat,”kata Kepala Diskop UKM Perindag Kotim, Johny Tangkere, Kamis 23 Oktober 2025.
Saat ini, dari seluruh KDMP yang telah terbentuk di Kotim, tujuh koperasi sudah berjalan aktif, sementara dua lainnya masih dalam tahap pembangunan fisik, masing-masing di Kelurahan Baamang Barat dan Desa Eka Bahurui, yang pengerjaannya dilakukan oleh TNI.
“Masih ada dua koperasi yang sedang dibangun. Kalau usaha koperasi lainnya sudah jalan, mereka juga sudah memiliki akta notaris dan tujuh bidang usaha, seperti sembako. Pada pelatihan ini, kami petakan lagi mana yang masih terkendala, baik di OSS maupun yang belum selesai anggaran dasar dan rumah tangganya,” jelas Johny.
Ia menerangkan, pelatihan dan sosialisasi ini akan berlanjut secara bertahap agar pengembangan koperasi lebih terarah. Selain memperkuat kelembagaan, pihaknya juga memfasilitasi koperasi agar bisa mengakses pembiayaan dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) maupun dana bergulir dari iuran anggota.
“Pinjaman di Himbara sebenarnya tergantung kesiapan koperasi. Karena ini pinjaman bergulir, jadi harus diverifikasi dulu, tidak langsung dikasih uang begitu saja. Kalau koperasinya siap dan sehat, tentu bisa. Tapi mereka juga bisa memanfaatkan iuran anggota, misalnya dengan menjual gas elpiji atau sembako murah untuk menarik anggota baru,” terang Johny.
Johny menambahkan, kegiatan sosialisasi kali ini menjadi yang pertama di Kalimantan Tengah yang menghadirkan langsung narasumber dari Kementerian Koperasi dan UKM RI. Dengan keterbatasan anggaran, pihaknya tetap berupaya agar kegiatan ini berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi koperasi di desa.
“Kita datangkan langsung ahlinya dari Kementerian. Ini pertama kalinya di Kalteng, dan setelah ini dana dari Kementerian akan kita atur per zonasi agar bisa menjangkau kecamatan yang jauh seperti Antang Kalang dan Tualan Hulu. Pesertanya nanti dibatasi agar sosialisasi lebih efektif,” ujarnya.
Kementerian Koperasi dan UKM juga telah menugaskan 20 orang pendamping khusus atau business assistant untuk membantu koperasi Merah Putih di Kotim. Mereka akan bertugas selama tiga bulan mulai Oktober ini, dengan honor sebesar Rp7 juta per bulan, mencakup uang makan, transportasi, dan penginapan.
“Setiap pendamping menangani sampai 10 desa. Sebagian besar dari mereka adalah warga Kotim sendiri, sisanya berasal dari Palangka Raya, Pulang Pisau, dan daerah lain. Mereka direkrut langsung oleh Kementerian,” kata Johny.
Dalam kegiatan sosialisasi yang dihadiri ratusan peserta tersebut, juga disiapkan dukungan berupa uang saku dan transportasi bagi peserta. Pemerintah daerah turut memfasilitasi kebutuhan penginapan bagi peserta dari luar wilayah.
Johny berharap, melalui kegiatan ini para pengurus koperasi dapat memahami pentingnya tata kelola, transparansi, serta integritas dalam pengelolaan usaha agar koperasi di Kotim benar-benar menjadi penggerak ekonomi desa yang berkelanjutan.
“Kalau koperasi dikelola dengan baik, saya yakin masyarakat di desa akan sejahtera. Inilah semangat Koperasi Merah Putih, membangun ekonomi bangsa mulai dari desa,” tutupnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post