SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus mendukung penuh gerakan Koperasi Merah Putih sebagai langkah nyata membangkitkan ekonomi rakyat dari desa. Hal itu disampaikan Bupati Kotim Halikinnor saat membuka kegiatan Sosialisasi Koperasi Merah Putih, yang digelar di Sampit, Kamis 23 Oktober 2025, dengan menghadirkan narasumber langsung dari Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia.
Dalam sambutannya, Halikinnor menegaskan bahwa Koperasi Merah Putih merupakan amanat Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang percepatan pembentukan koperasi desa atau kelurahan. Ia menyampaikan kebanggaannya karena hingga kini di Kotim sudah terbentuk 185 koperasi Merah Putih yang telah berbadan hukum dan memiliki akun microsite atau SIMKOPDES.
“Kita patut bersyukur karena antusias masyarakat luar biasa. Koperasi tidak hanya wadah ekonomi, tetapi juga tempat tumbuhnya rasa kebersamaan, solidaritas, dan kemandirian menuju desa yang sejahtera dan berdaya saing,” ujar Halikinnor, Kamis 23 Oktober 2025.
Ia menjelaskan, koperasi Merah Putih menjadi bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yang menempatkan koperasi sebagai pilar utama kebangkitan ekonomi nasional. Pemerintah pusat melalui Menteri Keuangan bahkan telah menyiapkan anggaran hingga Rp200 triliun yang disalurkan lewat perbankan untuk memperkuat permodalan koperasi di seluruh Indonesia.
“Permodalan tidak lagi menjadi kendala. Pemerintah sudah menyiapkan dana besar, tetapi yang terpenting adalah integritas dan komitmen pengurus koperasi. Jangan sampai dana itu habis tanpa hasil. Jika koperasi dikelola dengan amanah, saya yakin masyarakat desa akan sejahtera,” tegas Halikinnor.
Ia juga menyebut, saat ini koperasi di 168 desa se-Kotim tengah menyiapkan infrastruktur dan legalitasnya. Beberapa bahkan sudah mulai berjalan, seperti di Kelurahan Mentawa Baru Hilir dan Desa Jemaras. Selain bidang perdagangan, koperasi juga berpotensi mengembangkan usaha yang lebih besar, termasuk sektor pertambangan jika manajemen dan kapasitasnya memadai.
“Koperasi itu bisa besar seperti perusahaan jika dikelola serius. Sekarang memang mulai dari kecil, tapi kita ingin tumbuh sehat dan berkelanjutan. Pemerintah daerah akan terus memberikan pendampingan, pelatihan, dan sinergi lintas sektor,” tambahnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Kotim M Abadi yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi langkah Pemkab bersama Kementerian Koperasi dan UKM dalam memperkuat peran koperasi di tingkat desa. Ia menekankan pentingnya pengawasan yang ketat agar pengelolaan keuangan koperasi berjalan transparan dan profesional.
“Kami sangat bersyukur kegiatan ini dilaksanakan, apalagi narasumbernya langsung dari kementerian. Dengan anggaran yang besar, pengawasan harus maksimal, dan SDM koperasi juga perlu terus ditingkatkan agar tujuannya benar-benar tercapai untuk kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan sosialisasi yang digelar di Sampit tersebut diikuti puluhan pengurus dan pengawas koperasi dari seluruh kecamatan di Kotim. Para peserta mendapat materi tentang tata kelola, transparansi, hingga strategi pengembangan usaha koperasi di era digital.
“Semoga koperasi Merah Putih menjadi cikal bakal kebangkitan ekonomi dari desa menuju kemandirian nasional,” tutupnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post