SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga dan mengembangkan nilai-nilai budaya lokal di tengah arus modernisasi yang kian pesat. Staf Ahli Bupati Kotim, Rafiq Riswandi, menegaskan pentingnya upaya pelestarian warisan leluhur melalui kegiatan kreatif yang mampu menarik minat generasi muda, salah satunya dengan menulis dan mengenal kembali cerita rakyat daerah.
“Museum memiliki peran strategis dalam melindungi dan menghidupkan kembali kekayaan budaya yang dimiliki suatu daerah,” ujarnya, Selasa 21 Oktober 2025. Hal ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2015 yang menegaskan fungsi museum sebagai lembaga pelindung, pengembang, dan sarana komunikasi kepada masyarakat.
“Museum bukan hanya tempat menyimpan benda bersejarah, tetapi juga sumber ilmu, identitas, dan inspirasi bagi generasi muda,” kata Rafiq. Rafiq menilai, kegiatan edukatif yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata bersama pengelola Museum Kayu merupakan langkah nyata dalam upaya menjaga keberlanjutan nilai-nilai lokal di tanah Habaring Hurung.
Dia menyebut, melalui kegiatan seperti workshop dan lomba berbasis budaya, para pelajar dan mahasiswa tidak hanya belajar menulis, tetapi juga diajak untuk memahami kembali sejarah dan kearifan yang pernah hidup di tengah masyarakat Kotim.
“Saya sangat mengapresiasi inisiatif Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, terutama pengelola Museum Kayu Sampit yang telah berupaya menghadirkan ruang belajar kreatif bagi siswa, mahasiswa, dan masyarakat untuk mengekspresikan ide melalui penulisan serta pengenalan budaya daerah,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pelestarian budaya harus dilakukan dengan cara yang menarik agar mampu menjangkau generasi muda yang kini lebih akrab dengan teknologi digital. Karena itu, pemerintah mendorong agar warisan budaya tidak hanya dikenalkan lewat benda fisik, tetapi juga melalui karya tulis, seni, dan media digital yang bisa lebih mudah diakses oleh masyarakat luas.
“Kita sadari bahwa di era digital saat ini, minat anak muda terhadap cerita rakyat dan kebudayaan tradisional mulai berkurang. Untuk itu, melalui program seperti ini, kita dorong generasi penerus agar terlibat aktif menjaga dan mengembangkan kearifan lokal dalam bentuk karya tulis, seni, maupun media digital,” tegasnya.
Lebih lanjut, Rafiq menyampaikan bahwa Pemkab Kotim berkomitmen mendukung sektor kebudayaan dan pariwisata melalui peningkatan fasilitas museum, pelatihan, serta program edukasi yang melibatkan masyarakat secara langsung. Pemerintah juga membuka ruang kolaborasi bagi berbagai pihak untuk turut mengembangkan potensi budaya daerah.
“Saya mengajak semua pihak untuk terus mendorong semangat berkarya dan menulis, sekaligus menjaga identitas daerah kita. Jadikan kegiatan seperti ini sebagai titik awal bagi lahirnya penulis muda Kotawaringin Timur yang mengangkat cerita rakyat sebagai warisan tak benda yang harus dilindungi dan dipromosikan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kotawaringin Timur terus berupaya memperkuat peran museum sebagai pusat edukasi dan pelestarian budaya. Melalui kegiatan “Workshop dan Lomba Edukatif Kultural Museum Tahun 2025” yang digelar di Museum Kayu Sampit, Disbudpar berkomitmen membangkitkan minat generasi muda terhadap sejarah dan kebudayaan daerah.
Kepala Disbudpar Kotim, Wim R.K. Benung, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh jajaran yang telah menyiapkan kegiatan tersebut dengan baik. Ia menilai, kegiatan ini menjadi langkah penting dalam menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap museum, terutama bagi pelajar dan mahasiswa yang menjadi penerus pelestarian budaya.
“Museum memiliki peran sangat penting dalam peningkatan kualitas pembelajaran, khususnya dalam ilmu sosial dan budaya. Selain sebagai sumber pengetahuan, museum juga menjadi media pembelajaran dan penelitian. Karena itu, saya berharap Museum Kayu Sampit dapat menjadi wadah edukasi bagi anak-anak didik, mahasiswa, pecinta museum, dan masyarakat umum,” ujarnya.
Wim menambahkan, kegiatan seperti workshop dan lomba edukatif ini bukan hanya sebatas hiburan, tetapi juga sarana untuk memperkuat kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga warisan budaya. Ia berharap, pesan-pesan yang disampaikan melalui berbagai kegiatan di museum dapat memberikan manfaat nyata bagi pengembangan pengetahuan publik.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong peran serta berbagai pihak agar terus berkembang dan berkolaborasi dalam meningkatkan jumlah kunjungan ke Museum Sampit. Dengan begitu, museum benar-benar memberi manfaat luas bagi masyarakat,” imbuhnya.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk terus berinovasi dalam menata koleksi museum maupun menyelenggarakan kegiatan kreatif yang relevan dengan keberadaan museum.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, komunitas budaya, dan masyarakat sangat diperlukan agar museum tidak sekadar menjadi tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga ruang hidup bagi edukasi dan kreasi.
“Kami ingin kegiatan di museum selalu hidup dan menarik. Ciptakan kreasi serta inovasi baru baik dalam penatalaksanaan benda koleksi maupun kegiatan yang melibatkan masyarakat. Kolaborasi adalah kuncinya,” tegas Wim. Selain kegiatan workshop dan lomba, Disbudpar juga telah melaksanakan sejumlah program yang mendukung peningkatan kualitas museum.
Diantaranya seminar hasil kajian dan heregistrasi benda koleksi museum yang menghadirkan kurator dari Museum Lambung Mangkurat Banjarbaru, serta Museum Run yang baru saja digelar pada 19 Oktober 2025 dalam rangka memperingati HUT Museum Kayu Sampit ke-21. “Semoga Museum Run bisa menjadi agenda tahunan yang terus kita laksanakan untuk memperkenalkan museum kepada masyarakat luas,” kata Wim.
Lebih lanjut, ia juga mengungkapkan rencana kegiatan ke depan, yaitu Belajar Bersama di Museum dengan konsep “Kemah Bersama di Museum” yang akan melibatkan siswa-siswi SMA se-Kotim, serta lomba tari kreasi terbuka untuk umum. “Kami berharap kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan baik dan semakin menumbuhkan semangat generasi muda dalam mencintai budaya daerah,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post