SAMPIT – Upaya meminimalisir kecelakaan lalu lintas di ruas Jalan Pemuda Sampit kini mulai terlihat dengan adanya pengaspalan yang dikebut. Jalan sepanjang hampir satu kilometer ini sebelumnya menjadi keluhan warga karena permukaan yang miring dan rawan membahayakan pengguna jalan.
“Kerusakannya cukup parah dan panjang. Kalau hanya diperbaiki sebagian, dikhawatirkan pengguna jalan mengira seluruh ruas sudah bagus, padahal masih ada kerusakan. Jadi ini untuk meminimalisir kecelakaan,” kata Koordinator Lapangan UPTD Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas SDABMBKPRKP, Suhardiono, Jumat, 3 Oktober 2025.
Ia menjelaskan, pengaspalan dilakukan setelah melalui proses panjang. Sejak akhir Juli 2025 jalan ini ditimbun agregat, dilanjutkan lagi pada September untuk memastikan permukaan rata sebelum dilapisi aspal.
“Awalnya kondisi jalan terlalu miring, sehingga kita levelkan dulu dengan agregat yang dicampur semen untuk menambah daya tahan. Setelah itu baru dilakukan pengaspalan,” ujarnya.
Menurutnya, jeda waktu cukup lama antara penimbunan dan pengaspalan memang disengaja agar pemadatan maksimal.
“Kalau langsung diaspal setelah penimbunan, daya tahan tidak terjamin. Dengan proses ini hasilnya lebih kuat dan bisa bertahan lama,” imbuhnya.
Adapun panjang ruas Jalan Pemuda yang ditangani mencapai 878 meter dengan lebar rata-rata lima meter. Aspal yang dipasang memiliki ketebalan sekitar 4 sentimeter. Suhardiono memastikan jalan bisa langsung dilalui kendaraan setelah selesai diaspal.
“Setelah selesai diaspal hari ini, jalan langsung bisa dilalui kendaraan. Jadi dari titik ini misalnya, lalu kita bergeser di titik selanjutnya. Maka titik yang kita aspal pertama sudah bisa dilalui kendaraan,” jelasnya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post