SAMPIT – Sebanyak 75 peserta mewakili Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) untuk mengikuti Pekan Daerah (Peda) Petani Nelayan Andalan (KTNA) XIV di Kota Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat.
Acara pelepasan dilaksanakan pada Kamis 31 Juli 2025 di Halaman Kantor Bupati Kotim, dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Setda Kotim, Rody Kamislam.
“Izinkan saya atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur mengucapkan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta kontingen yang akan berangkat. Saudara semua merupakan duta yang mewakili wajah dan marwah daerah kita dalam bidang pertanian, perkebunan, perikanan, hingga kelompok tani milenial dan P4S,” ujarnya, Kamis 31 Juli 2025.
Ia menekankan bahwa keikutsertaan ini merupakan kesempatan langka dan berharga untuk menimba ilmu, menambah wawasan, serta menjalin silaturahmi dengan para petani dan nelayan unggul dari seluruh Kalimantan Tengah.
“Peda ini adalah ajang strategis untuk mengaktualisasikan peran petani dan nelayan sebagai penggerak ekonomi daerah. Diharapkan akan terjadi transfer pengetahuan dan teknologi yang meningkatkan kapasitas dan daya saing sektor pertanian dan kelautan,” tambahnya.
Rody juga mengingatkan pentingnya menjaga nama baik daerah.
“Manfaatkan momen ini sebaik mungkin. Serap ilmu sebanyak-banyaknya, ikuti setiap agenda dengan semangat, dan tunjukkan bahwa kontingen Kotim adalah orang-orang terpilih yang kompeten, beradab, dan bermartabat. Jagalah etika, disiplin, dan kekompakan. Ingat, nama baik daerah dititipkan di pundak saudara semua,” tegasnya.
Kegiatan Peda KTNA XIV ini akan berlangsung dari 1 hingga 7 Agustus 2025. Kontingen Kotim terdiri dari 75 peserta, termasuk 35 orang yang menjadi tim inti dan dipilih berdasarkan kriteria ketat.
“Kontingen ini semuanya dipilih berdasarkan kelayakan dan penilaian khusus. Mereka adalah perwakilan terbaik yang akan membawa nama Kotim,” jelasnya.
Ia juga berharap prestasi Kotim bisa meningkat dibanding Peda sebelumnya di Sukamara, di mana Kotim berhasil meraih juara tiga.
“Tahun ini harapannya bisa naik peringkat. Meskipun pembinaan dan seleksi dilakukan dengan keterbatasan anggaran, semangat peserta tetap tinggi dan tidak ada kendala berarti dalam persiapan,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post