SAMPIT – Kepala Bulog Kotim, Muhammad Azwar Fuad memastikan ketersediaan beras medium dalam kondisi aman untuk mendukung pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kotawaringin Timur. Ia menyebutkan saat ini stok di gudang Bulog mencapai 6.200 ton.
“Untuk stok beras medium sangat banyak, di gudang Bulog Kotim kurang lebih ada 6.200 ton. Jadi untuk mendukung pelaksanaan GPM, penjualan beras medium relatif tidak ada masalah,” ujarnya, Kamis 31 Juli 2025.
Azwar menambahkan, saat ini pihaknya juga masih melakukan penyerapan gabah dari petani karena sedang berlangsung panen musim gadung di beberapa titik. Di sisi lain, penjualan beras juga dimasifkan agar harga tetap terkendali di pasaran.
“Kita di hulu masih menyerap beras dari petani, di hilir kita gencarkan penjualan. Tujuannya agar masyarakat tidak harus membeli beras dengan harga mahal,” tegasnya.
Sementara itu, terkait penyaluran beras SPHP ke toko-toko binaan, Azwar menjelaskan kini sudah diterapkan sistem berbasis aplikasi Klik SPHP sesuai petunjuk teknis dari pemerintah pusat. Proses verifikasi terhadap toko-toko penyalur terus dilakukan oleh Bulog bersama Dinas Ketahanan Pangan.
“Saat ini 70 sampai 80 persen toko sudah selesai diverifikasi. Sudah kita masukkan ke sistem dan mudah-mudahan awal Agustus makin banyak toko yang bisa order lewat aplikasi Klik SPHP,” ungkapnya.
Ia mengakui bahwa masih ada proses adaptasi karena sebelumnya pemesanan bisa dilakukan secara manual melalui telepon atau WhatsApp. Kini seluruh transaksi harus dilakukan secara digital, termasuk input data penjualan.
“Mungkin butuh pembiasaan. Tapi kami optimis, masa adaptasinya tidak lama. Sehingga ke depan proses pemesanan dan penjualan beras SPHP bisa lebih lancar,” pungkas Azwar.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post