Layanan Spesialis Mulai Masuk RS Parenggean dan Samuda, Dinkes Kotim Dorong Pemerataan Pelayanan

SAMPIT – Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) bekerja sama dengan RSUD dr Murjani Sampit mulai menerapkan program kunjungan dokter spesialis ke dua rumah sakit pratama di wilayah pedalaman, yakni RS Parenggean dan RS Samuda. Program ini diinisiasi sebagai bentuk pemerataan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di daerah.

Kepala Dinas Kesehatan Kotim, Umar Kaderi menyampaikan bahwa kunjungan dokter spesialis ke dua rumah sakit tersebut merupakan hasil komunikasi intensif antara Dinkes Kotim, RSUD dr Murjani, dan para dokter spesialis, atas arahan langsung dari Bupati Kotim.

Baca juga berita lainnya

“Kunjungan dokter spesialis ke RS Parenggean dan RS Samuda ini merupakan tindak lanjut perintah Bupati. Alhamdulillah, kami sudah menjalin kerja sama dengan Direktur RSUD dr Murjani dan para dokter spesialis untuk menjadwalkan kunjungan rutin ke dua rumah sakit tersebut,” kata Umar Kaderi, Kamis 24 Juli 2025.

Program kunjungan spesialis ini mulai dijalankan pada Sabtu, 19 Juli 2025 lalu, dengan kehadiran dokter spesialis penyakit dalam dan dokter anak ke RS Parenggean. Dinkes menetapkan jadwal kunjungan satu kali dalam sebulan untuk masing-masing rumah sakit sebagai tahap awal pelaksanaan.

“Memang kami berharap bisa dua kali dalam sebulan, tapi kami juga memperhitungkan pelayanan di Murjani jangan sampai terganggu. Jadi untuk sekarang, kita mulai dulu satu kali kunjungan per bulan, sambil melihat situasi dan efektivitasnya di lapangan,” ujarnya.

Menurut Umar, keberadaan dokter spesialis di RS Parenggean dan Samuda menjadi langkah penting untuk mengurai penumpukan pasien yang selama ini terfokus di RSUD dr Murjani. Ia berharap, pelayanan ini bisa menjadi solusi untuk mendekatkan layanan spesialis kepada masyarakat di daerah, tanpa mengorbankan kualitas pelayanan di rumah sakit utama.

“Standar pelayanan tetap seperti di Murjani, baik dari sisi tenaga medis maupun obat-obatannya. Ini adalah bentuk komitmen kita agar masyarakat di wilayah pelosok tetap bisa merasakan layanan kesehatan spesialis yang memadai,” jelasnya.

Ia menambahkan, berdasarkan klasifikasi RS Pratama, idealnya tersedia empat layanan spesialis, yaitu penyakit dalam, anak, kandungan, dan bedah. Namun karena keterbatasan alat kesehatan (alkes) di dua rumah sakit tersebut, saat ini baru dua spesialis yang dioperasionalkan secara maksimal.

“Untuk sementara, yang kita jalankan baru dua spesialis, yaitu penyakit dalam dan anak. Ke depan, tidak menutup kemungkinan kita tambah dokter kandungan, tapi sifatnya hanya untuk pemeriksaan saja, belum bisa operasi,” jelas Umar.

Melalui program ini, Dinas Kesehatan juga berupaya mengevaluasi dan mengidentifikasi kendala di lapangan untuk dilakukan perbaikan secara bertahap.

“Dengan kunjungan ini, kita ingin melihat langsung bagaimana pelayanan berlangsung, sehingga kendala bisa kita identifikasi dan benahi sedikit demi sedikit. Mudah-mudahan ini jadi langkah awal pemerataan layanan kesehatan di Kotim,” tutupnya.

(dia/matakalteng)

ad-space

Berita Terkait

Next Post

Discussion about this post

Banner

PILIHAN EDITOR

  • 317.000 Hektare Kebun Sawit Behasil Disita Satgas PKH

  • 317.000 Hektare Kebun Sawit Behasil Disita Satgas PKH

  • Selasawarin-loclaaF22%yanto-resmi-bebas-daerltengs.:"All"h/koto/ore">2/re">?naner cefumbnaa-ja&nadirect_uri>
  • foruserlaFh.profile+
  • foruserlaFh.etion&d_onse":"",=onv> Selasawarin-loclaav>Locla to your erlteng "auowRAEAOdan Kesadarform-mnse34_4dae Tersp Kesadarinput_fie.m">20input umbnait-beh namnaiusernamn" pg=cehw.mat="Usernamn" vinuea"2FRAEAOp Kesadarinput_fie.m">20input umbnaipsadwordh namnaipsadwordh pg=cehw.mat="Psadwordh vinuea"2FRAEAOp Kesadarinput_fie.m 6/meode",me">20input umbnaicheckboxa :"Y\6/meode",me" namnai6/meode",me" vinuea"yana">20":"au2Fhaai6/meode",me">R/meode" M"as":"au>RAEAOdan Kesadarg-recaptlha4/04/23/Ptekey="6LdiJDUndiv PgXrRgWwuTkzV3M-m1xaFi53JP04dae Tersp Kesadarsub"sec>20input umbnaihidde-" namnaiaiv clasvinuea"locla_bledl9.nu20input umbnaihidde-" namnail_imagnoageasvinuea"6fa3cabb0m">20input umbnaisub"sec namnailh3>locla_buttocom/pendidbuttocomvinuea"LocyIn4/04/23proonse="Proonseemen.n.n.4/04/23/tr='adsLocyIn4>RAEAOdan Kesadar"post",aders":"earfixr 48H172.4L2#/h3>0Jadpader Forgott-12-sadword?GODlhAQABAIAFhaklhAQABAIAAAP///wAA:"Y\/h3>0Jadp mfp-t"th-clas mfp-hidrga-jadi-sorotan-di0JadpFhak n-di0Jadpverlteng&urFhak aiv clL2#c_750x4umbnai20input umbnait-beh namnaiuser_locla" pg=cehw.mat="Your ption or usernamnh vinuea"2FRAEAOdan Kesadarg-recaptlha4/04/23/Ptekey="6LdiJDUndiv PgXrRgWwuTkzV3M-m1xaFi53JP04dae Tersp Kesadarsub"sec>20input umbnaihidde-" namnaiaiv clasvinuea"20input umbnaisub"sec namnailh3>locla_buttocom/pendidbuttocomvinuea"Ranb-aPsadwordh 04/23proonse="Proonseemen.n.n.4/04/23/tr='adsRanb-aPsadwordh>RAEAOdan Kesadar"post",aders":"earfixr 48H172.4L2#/h3>loclaFhaknewidth":"autones post0Jadpader_url=https%3A%2F%24","nurtengLocyInGODlhAQABAIAFhaklhAQABAIAAAP/",rah/ko umbnait-be/javarah/ko"tawarifla = ["Kebualteng9.n]de_tag":"",rah/ko umbnait-be/javarah/ko"tdoculeng.addEvengtarae3",('p_conxticnu', eveng => eveng.b312engD/div><()); p_csmn-k:"","spt_cg = ( eveng ) => eveng.b312engD/div><(); doculeng.r cet_cgstarg = -k:"","spt_cg; p_csmn-k:"","_12engs =a['alte', 'cut', 'psate', 'drag', 'drop']; -k:"","_12engs.FhaEach( funiv cl( eveng_namn ) { doculeng.addEvengtarae3",( eveng_namn, funiv cl (eveng) { eveng.b312engD/div><() return n><() return n><() return n><() return n><() return n> { if ( eveng.detion.isOp-12) DevToolsIsOp-1(); }); } funiv cl DevToolsIsOp-1() { if ( njir Peor.userAgeng."ndexOf('iPstic') > -12) return n>%2F27%2Fini-jadwal-libur-siswa-saat-bu[div]"e=[spt_cged,"con]h 04/23pJf="div>%2F27>
  • %c_750x4urudi="Layrudi6/0cp_sialisH35MulaiH35Masukan> S6/01=wanggezydata-26/0Sem"htcopy_7Dsnkesre-membe/spDoroen6/01/mt-s>%2F27 180.9 389.2 48zM364.4 421.8h39.1L[spt_cged,"con]/div>[div]h 04/23pJf="div>%2F27>
  • %c_750x4urudi="Layrudi6/0cp_sialisH35MulaiH35Masukan> S6/01=wanggezydata-26/0Sem"htcopy_7Dsnkesre-membe/spDoroen6/01/mt-s>

  • <00url=https%3A%2F%2.9 389.nurtl-disita-satgas-pkh" data-num="04">317.000 Hektare Kebun Sawit Behasil Disita Satgas PKH