SAMPIT – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar Pelatihan dan Mitigasi Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2025 bagi relawan se-Kecamatan Kota Besi.
Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai langkah strategis meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana.
“Saya menyambut baik dan memberikan apresiasi atas terselenggaranya Pelatihan dan Mitigasi Bencana Karhutla di Kecamatan Kota Besi. Kegiatan ini sangat perlu karena merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan kita menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan,” kata Multazam, Rabu 23 Juli 2025.
Ia menegaskan, keberadaan Masyarakat Peduli Api (MPA) dan relawan kebakaran (redkar) sangat penting dalam pelayanan pencegahan serta penanggulangan dini kebakaran, baik di permukiman maupun kawasan hutan dan lahan. Kehadiran relawan diharapkan mampu menekan jumlah wilayah rawan kebakaran di wilayah tersebut.
“Artinya, keterlibatan para MPA dan redkar benar-benar dibutuhkan. Semoga keberadaan saudara mampu menurunkan jumlah kawasan pemukiman serta hutan dan lahan yang semula rawan kebakaran, menjadi wilayah yang tidak lagi rawan,” ujarnya.
Dalam pelatihan tersebut, para relawan dibekali dengan pengetahuan teknis praktis dalam menghadapi kebakaran, termasuk pengenalan alat pemadam, teknik isolasi kebakaran agar tidak meluas, serta prosedur evakuasi warga. Hal ini bertujuan agar relawan mampu menjadi garda terdepan saat menghadapi bencana.
“Kepada para relawan pemadam kebakaran se-Kecamatan Kota Besi, saya pesankan agar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan ini dengan sungguh-sungguh. Meskipun relawan, saudara tetap harus memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan yang memadai. Itu penting dalam pencegahan maupun penanggulangan dini kebakaran,” tambahnya.
Multazam juga mengajak seluruh peserta untuk menjadikan pelatihan ini sebagai momentum memperkuat sinergi antara masyarakat dan pemerintah, serta menumbuhkan semangat kolektif dalam menghadapi bencana.
“Saya mengajak seluruh relawan untuk terus meningkatkan kapasitas dan keterampilannya, serta bersinergi dengan pemerintah dalam upaya penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan. Dengan begitu, kita bisa meminimalkan dampak dan risiko yang ditimbulkan,” tutupnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post