SAMPIT – Sejumlah kecelakaan lalu lintas yang terjadi belakangan ini di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memantik reaksi cepat dari pemerintah daerah.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kotim bersama unsur Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) kini melakukan evaluasi menyeluruh terhadap titik-titik rawan kecelakaan, termasuk kondisi rambu dan penerangan jalan.
Plt Kepala Dishub Kotim, Raihansyah, menjelaskan bahwa pihaknya baru saja menggelar rapat koordinasi bersama Polres Kotim dan empat pilar lainnya yaitu Dinas Kesehatan, PUPR, Baperida, dan Dishub dalam forum lintas sektor.
“Kami bahas beberapa kejadian kecelakaan yang terjadi di Kotim. Fokus kami saat ini pada daerah-daerah yang rawan kecelakaan, serta kondisi rambu-rambu lalu lintas yang kusam atau tertutup,” ujarnya, Rabu 16 Juli 2025.
Ia menyebutkan, langkah awal yang akan diambil adalah membersihkan atau memangkas pohon-pohon yang menghalangi rambu lalu lintas maupun penerangan jalan umum (PJU).
“Ini sangat berpengaruh terhadap keselamatan. Kalau rambu tidak terlihat dan PJU redup karena tertutup pohon, itu bisa memicu kecelakaan,” katanya.
Selain itu, Dishub juga menerima sejumlah keluhan warga mengenai kondisi median jalan yang roboh atau membahayakan pengguna jalan. Menurut Raihansyah, semua itu akan dikaji secara menyeluruh melalui forum LLAJ.
“Hasil kesepakatan bersama Polres, keluhan masyarakat ini akan kami kaji lebih lanjut. Tidak serta-merta langsung ditutup atau diubah, tapi harus melalui pertimbangan teknis dan keselamatan,” jelasnya.
Forum LLAJ akan memutuskan apakah median jalan yang dikeluhkan akan dipindahkan atau dihilangkan. Penentuan titik baru nantinya juga akan mempertimbangkan lokasi yang lebih aman dan tidak rawan kecelakaan.
“Kalaupun dipindah, hasil rapat nanti yang menentukan lokasinya. Harus benar-benar dicari titik yang aman bagi semua pengguna jalan,” tutup Raihansyah.
Langkah evaluatif ini diharapkan dapat menekan angka kecelakaan dan meningkatkan keselamatan berlalu lintas di wilayah Kotim.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post