SAMPIT – Dari 168 desa di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), hanya satu desa yang dinyatakan gagal salur Dana Desa tahap pertama tahun 2025. Desa tersebut adalah Tumbang Tawan di Kecamatan Bukit Santuai, yang hingga batas akhir tidak memenuhi persyaratan administrasi penyaluran dana.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kotim, Raihansyah, mengatakan bahwa penyebab utama gagalnya penyaluran tersebut karena Kepala Desa tidak mampu mempertanggungjawabkan sisa saldo pada penutupan kas desa.
“Salah satu syarat penyaluran Dana Desa tahap 1 adalah penutupan kas desa, di mana saldo kas harus seimbang dan bisa dipertanggungjawabkan. Namun, sampai deadline, kepala desa tidak bisa memenuhi hal itu,” jelasnya, Rabu 16 Juli 2025.
Akibatnya, sistem keuangan desa tidak bisa mencatatkan penutupan neraca keuangan secara imbang, sehingga dana tahap pertama tidak bisa dicairkan.
“Ini satu-satunya desa di Kotim yang gagal salur karena administrasi. Kemarin kami sudah keluarkan teguran pertama, dan sekarang masih berproses menuju teguran kedua,” tambahnya.
Lebih lanjut, kasus ini kini ditangani oleh Inspektorat untuk proses audit dan penentuan langkah lanjutan.
“Dana yang tidak bisa dipertanggungjawabkan itu sudah ditangani Inspektorat. Kita tunggu rekomendasi mereka, apakah itu harus dikembalikan ke kas desa atau dinyatakan sebagai utang,” ungkap Raihansyah.
Imbas dari gagalnya penyaluran Dana Desa tahap 1 ini berpotensi menggagalkan juga penyaluran tahap kedua.
“Syarat Dana Desa tahap 2 adalah tersalurnya tahap 1. Jadi kemungkinan besar tahun 2025 ini kegiatan di desa tersebut tidak berjalan jika masalah ini tidak diselesaikan,” tegasnya.
Raihansyah menegaskan bahwa sanksi tegas akan dijatuhkan jika Kepala Desa tetap tidak bisa mempertanggungjawabkan dana yang menjadi temuan.
“Kalau sampai teguran pertama dan kedua tidak direspons, maka sesuai aturan akan ada pemberhentian sementara terhadap Kepala Desa. Selanjutnya, kami akan tunjuk Penjabat (Pj) Kepala Desa untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan di desa tersebut,” tutupnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post