SAMPIT – Upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus diperkuat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim bersama unsur TNI, PMI, dan Manggala Agni menggelar simulasi tanggap darurat karhutla sebagai bentuk kesiapan menghadapi potensi kebakaran yang bisa terjadi kapan saja.
Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, menyampaikan bahwa simulasi ini difokuskan pada tahapan tanggap darurat.
“Kita mencoba mempersiapkan personel dan peralatan yang berkaitan langsung dengan penanggulangan darurat karhutla. Dari hasil evaluasi memang ada beberapa koreksi, tapi sifatnya tidak mendasar. Ini lebih kepada membentuk kebiasaan agar respons cepat dan tepat bisa diterapkan di lapangan,” ujarnya, Rabu 16 Juli 2025.
Multazam berharap seluruh relawan dan instansi terkait bisa bersinergi jika eskalasi karhutla meningkat.
“Kami sangat berharap apabila terjadi peningkatan karhutla di lapangan, teman-teman PMI siap bergabung di pos komando tanggap darurat. Saya juga berterima kasih kepada Pak Agung serta perwakilan Danramil yang hadir hari ini, sehingga keilmuan mengenai penanganan karhutla bisa lebih dikuasai,” katanya.
Ia menambahkan, hingga saat ini situasi karhutla di Kotim masih terpantau aman. Namun, kesiapsiagaan harus tetap dijaga agar tidak terjadi keterlambatan penanganan saat situasi darurat benar-benar terjadi.
Sementara itu, Pabung Kodim 1015 Sampit, Mayor Inf. Joko Susilo, yang juga menjadi Pimpinan Umum Latihan, menegaskan bahwa keterlibatan TNI dalam latihan ini adalah bagian dari tugas pokok untuk membantu pemerintah daerah.
“Tugas TNI itu banyak, salah satunya membantu pemerintah daerah, termasuk dalam penanganan karhutla dan konflik sosial. Melalui latihan simulasi ini, personel TNI bisa mendapatkan ilmu dan pengalaman langsung,” katanya.
Ia pun mengapresiasi BPBD Kotim dan seluruh pihak yang terlibat.
“Saya berterima kasih kepada Kepala Pelaksana BPBD Kotim dan Manggala Agni yang sudah membantu kelancaran kegiatan ini. Simulasi seperti ini sudah kita mulai sejak tahun 2015. Semua lintas sektor dilibatkan dengan satu tujuan: agar kita bebas dari asap demi kesehatan anak cucu kita,” ujarnya.
Dalam kegiatan ini, sekitar 75 personel dilibatkan. Meski tidak semua bisa turun karena kesibukan di masing-masing satuan, kegiatan berjalan efektif dan mencerminkan kesiapan kolaboratif antarinstansi.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post