SAMPIT – Dua peristiwa kebakaran dalam waktu 24 jam di Kotawaringin Timur (Kotim) akibat korsleting listrik memicu keprihatinan Wakil Bupati Irawati. Ia menilai musibah ini mencerminkan minimnya perhatian terhadap aspek keselamatan kelistrikan, terutama soal peremajaan kabel jaringan.
“Sudah lebih dari 70 tahun usia daerah ini, tapi kabel-kabel PLN belum pernah diperbarui. Yang ada hanya penambahan jaringan, bukan peremajaan. Padahal ini menyangkut keselamatan dan kerugian masyarakat,” tegas Irawati, Jumat 11 Juli 2025.
Ia mengatakan, dirinya sudah pernah menyampaikan langsung kepada manajemen PLN agar memperhatikan keselamatan ketenagalistrikan (K2) masyarakat. Termasuk gencar turun ke lapangan melakukan sosialisasi dan edukasi tentang penggunaan kabel yang aman.
“Beberapa waktu lalu saya sudah bicara langsung dengan Manager PLN. Saya minta mereka jangan hanya menuntut konsumen taat bayar tagihan, tapi juga wajib menjaga keamanan instalasi listrik di masyarakat,” ujarnya.
Irawati menegaskan, jika kejadian seperti ini terus berulang, ia akan mengambil langkah tegas. Dalam waktu dekat, ia berencana memanggil Manager PLN ULP Sampit dan Ketua PLN Cabang Kotawaringin Barat untuk meminta pertanggungjawaban.
“Saya ingin mereka duduk bersama membahas serius hal ini. Jangan tunggu korban lebih banyak baru bertindak. Ini sudah darurat,” tutupnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post