SAMPIT – Armada truk pengangkut sampah yang setiap hari melintasi jalur menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jalan Jenderal Sudirman Km 14 kerap terkendala medan rusak dan tumpukan sampah.
Menyadari urgensi ini, Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) langsung menugaskan Dinas SDABMBKPRKP untuk membenahi akses menuju lokasi tersebut.
“Setiap hari ada 30 ritase truk masuk ke TPA, masing-masing mengangkut sekitar lima ton sampah. Bisa dibayangkan betapa pentingnya jalan ini dalam menjaga kelancaran pengelolaan sampah Kota Sampit,” ujar Kepala Dinas SDABMBKPRKP Kotim, Mentana Dhinar Tistama, Jumat 11 Juli 2025.
Menurutnya, jalan sepanjang 800 meter ini sebelumnya tertutup tumpukan sampah yang menebal hingga menutupi badan jalan. Akibatnya, lalu lintas truk pengangkut menjadi tersendat, bahkan beberapa kendaraan sempat terjebak saat melintas.
“Kondisinya cukup parah, ada sampah yang sudah bertahun-tahun menumpuk. Kami harus bersihkan dulu, bentuk ulang badan jalannya, dan buat drainase agar jalur masuk truk bisa kembali normal,” jelas Mentana.
Sebagai tindak lanjut penugasan, Dinas SDABMBKPRKP telah mengerahkan dua ekskavator, satu buldozer, dan satu alat pemadat ke lokasi. Pekerjaan difokuskan pada perbaikan dasar jalan sambil menunggu anggaran perubahan disahkan, yang nantinya akan digunakan untuk peningkatan jalan dengan agregat.
“Kami lakukan pemeliharaan rutin dulu. Kalau anggaran perubahan sudah keluar, kami lanjutkan peningkatan agar truk bisa lewat tanpa hambatan,” tambahnya.
Meski medannya sulit, Mentana memastikan pengerjaan berjalan lancar dan telah berlangsung selama dua pekan terakhir.
Ia menegaskan, pihaknya hanya menangani aspek teknis perbaikan jalan, sementara urusan pengelolaan sampah sepenuhnya di bawah wewenang Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotim.
“Kami hanya menjalankan instruksi Pak Bupati untuk pastikan truk sampah bisa masuk. Soal manajemen sampah di TPA, itu kewenangan DLH,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post