SAMPIT – Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kotawaringin Timur, Kamaruddin Makalepu menyampaikan, setiap tahun ratusan PNS di Kabupaten Kodim memasuki usia pensiun.
Hal itu disampaikannya pada saat pelepasan 42 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang memasuki masa purna tugas terhitung mulai TMT 1 Juli dan 1 Agustus 2025 di Balai Diklat BKPSDM Kotim, Senin 30 Juni 2025.
Ia menjelaskan bahwa angka pensiun di Kotim tergolong tinggi, dengan rata-rata 20 orang lebih setiap bulan. Artinya, dalam setahun, ada sekitar 250-an PNS yang purna tugas.
“Ini jadi tantangan tersendiri karena saat ini saja kita masih kekurangan pegawai. Karena itu, saat mengajukan formasi ke pusat, kita usahakan jumlahnya melebihi angka pensiun. Kalau hanya setara, maka tidak akan ada pertumbuhan pegawai baru,” ujarnya, Senin 30 Juni 2025.
Kamaruddin menegaskan, prioritas saat ini adalah pengangkatan tenaga non-ASN menjadi ASN melalui jalur Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Proses seleksi tahap dua sedang berlangsung, sementara untuk formasi baru CPNS, akan dilihat setelah pemenuhan PPPK paruh waktu.
“Kemarin kami juga sudah melakukan FGD dengan seluruh OPD untuk memetakan kebutuhan pegawai secara menyeluruh. Kami ingin perencanaan ini benar-benar sesuai kondisi riil di lapangan,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Kotim Halikinnor menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya kepada para PNS yang telah mengakhiri masa tugasnya dengan baik. Ia menyebut, sebagian besar dari mereka mengabdi lebih dari 30 tahun dan pensiun dengan pangkat tertinggi tanpa tersangkut masalah hukum.
“Kalau mereka pensiun dengan pangkat tertinggi dan tanpa masalah, itu ibarat lulus pendidikan dengan predikat cumlaude. Saya sangat menghargai pengabdian panjang mereka yang penuh dedikasi dan tanggung jawab,” ujar Halikinnor.
Ia menekankan bahwa pensiun bukanlah akhir dari pengabdian. Para pensiunan justru dapat tetap berperan di masyarakat sebagai contoh dan panutan, terutama dalam mendukung program-program pemerintah.
“Pengalaman mereka sebagai PNS itu berbeda dengan orang biasa. Misalnya seperti Bu Ita yang lama di BKAD, tentu dia sangat paham kondisi keuangan daerah. Kalau ada masyarakat bertanya, beliau bisa bantu menjelaskan. Ini bentuk kontribusi yang tidak berhenti meski sudah pensiun,” katanya.
Halikinnor pun mendoakan agar para purnatugas tetap sehat, aktif, dan dapat menikmati lebih banyak waktu berkualitas bersama keluarga tercinta.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post