SAMPIT – Upaya mendukung kawasan ekowisata di Kecamatan Kota Besi masih terkendala infrastruktur jalan yang belum tuntas. Camat Kota Besi, Huzaifa, mendorong agar peningkatan jalan penghubung Desa Kandan menuju Desa Camba dapat segera direalisasikan, mengingat perannya sangat strategis sebagai akses utama menuju titik wisata unggulan seperti Pulau Hanibung yang dicanangkan sebagai daerah ekowisata.
“Sebenarnya peningkatan jalan ini sudah sempat melalui proses lelang dengan anggaran kurang lebih Rp27 miliar. Tapi karena ada efisiensi anggaran dari pemerintah, proyek ini tertunda,” ujarnya, Senin 30 Juni 2025.
Huzaifa menjelaskan, pihak kecamatan telah mengusulkan kembali proyek tersebut dalam pembahasan RPJMD, dan usulan itu sudah diterima. Ia menilai jalan tersebut sangat penting, tidak hanya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga menunjang pengembangan potensi wisata daerah.
“Kalau infrastrukturnya bagus, kegiatan lain akan lebih mudah. Apalagi Pulau Hanibung direncanakan Bupati sebagai salah satu destinasi unggulan. Alhamdulillah peningkatan jalan ini sudah dimasukkan dalam RPJMD kemarin,” ungkapnya.
Saat ini, kondisi jalan sepanjang 3 hingga 5 kilometer yang menghubungkan Desa Camba dan Desa Kandan masih bisa dilewati, meskipun permukaan jalan sebagian besar hanya berupa campuran batu dan tanah. Huzaifa menyebut proyeknya sempat hampir rampung.
“Kemarin itu tinggal sedikit lagi penyelesaiannya. Tapi karena adanya efisiensi, terpaksa dihentikan. Maka kami sangat berharap dukungan dari pemerintah daerah, terlebih kawasan ini sudah ditetapkan sebagai wilayah ekowisata. Konsepnya pun sangat luar biasa,” katanya.
Jalur tersebut bukan hanya menghubungkan dua desa, melainkan juga membuka akses ke desa-desa lain seperti Soren, Simpur, hingga Palangan. Maka dari itu, menurut Huzaifa, keberadaan jalan ini sangat dibutuhkan masyarakat sebagai akses utama ekonomi dan mobilitas.
“Peningkatan jalan ini memang sangat diharapkan oleh masyarakat. Selain sebagai penunjang wisata, juga membuka akses penting untuk layanan publik dan distribusi hasil pertanian,” ucapnya.
Lebih lanjut, Huzaifa menyebut kawasan ini juga berkembang menjadi wilayah wisata kuliner, dan bahkan mulai dilirik investor lokal. Permintaan lahan meningkat karena nilai jual tanah yang cukup tinggi.
“Ada beberapa warga atau pelaku usaha yang minta bantuan mencarikan lahan di kawasan itu. Artinya potensi ekonomi di daerah ini mulai berkembang,” tambahnya.
Ia menegaskan, pembangunan infrastruktur penunjang seperti jalan adalah langkah krusial untuk menghidupkan ekowisata, khususnya konservasi orangutan dan pengembangan Pulau Hanibung.
“Kita berharap sekali perhatian lebih dari pemerintah, karena potensi di sana sangat luar biasa. Ekowisata bisa tumbuh baik jika didukung akses jalan yang memadai,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post