SAMPIT – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar rapat penyusunan dokumen rencana kontinjensi penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla), selama dua hari pada 11–12 Juni 2025. Kegiatan berlangsung di ruang Pusdalops BPBD dan diikuti sejumlah instansi vertikal dan perangkat daerah.
“Kegiatan hari ini sebenarnya bagian dari proses agar penanganan kebencanaan lebih terukur. Selama ini penanggulangan karhutla sudah kita lakukan, tapi belum terdokumentasi dengan baik. Dokumen ini akan menjadi petunjuk penting karena bencana memiliki unsur ketidakpastian, dan perlu ambang batas sebagai peringatan bagi para pengambil keputusan,” jelas Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, Kamis 12 Juni 2025.
Ia menambahkan, penyusunan dokumen ini tidak bisa berdiri sendiri karena kebencanaan adalah urusan bersama. Oleh karena itu, keterlibatan banyak pihak sangat penting, terutama dalam kontribusi sumber daya manusia dan peralatan yang dimiliki masing-masing instansi.
Multazam juga mengapresiasi kehadiran perwakilan dari Direktorat Kesiapsiagaan BNPB yang turut membimbing penyusunan agar dokumen tersebut akurat dan lengkap.
“Setelah dokumen kontinjensi ini selesai, langkah berikutnya adalah menyusun rencana operasi. Ini akan memuat strategi ketika karhutla terjadi pada luasan tertentu, termasuk langkah pencegahan, pengendalian, hingga pemulihan. Selama ini sudah kita lakukan, namun belum dalam bentuk dokumen resmi,” tambahnya.
Multazam menegaskan pentingnya data dan peringatan dini dari BMKG dalam mengantisipasi potensi karhutla, serta perlunya tindakan cepat saat status meningkat.
“Kritisnya itu saat status tanggap darurat, di mana kendali diambil langsung pimpinan daerah. Kita harus mampu menahan agar kebakaran tidak meluas, karena jika sampai meluas, maka biaya penanganan, SDM, dan alat akan sangat besar. Bahkan, kadang kita perlu menggunakan heli water bombing, yang tentu biayanya tinggi. Tapi itu harus dilakukan demi mencegah kerusakan lingkungan yang lebih luas,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post