SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menerima audiensi dari Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah di Ruang Rapat Gedung B Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Kotim, Kamis 12 Juni 2025.
“Audiensi ini menjadi wadah strategis untuk membangun sinergi dalam pelaksanaan berbagai program kebahasaan dan kesastraan yang berdampak langsung terhadap penguatan budaya literasi di masyarakat,”kata Pj Sekretaris Daerah Kotim, Masri, Kamis 12 Juni 2025.
Kehadiran Pj Sekda dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen tinggi Pemerintah Kabupaten Kotim dalam mendukung pelestarian dan pengembangan bahasa serta sastra, khususnya di wilayah lokal.
Balai Bahasa Provinsi Kalteng dalam kesempatan itu memaparkan sejumlah program unggulan yang mereka jalankan, mulai dari pelindungan bahasa daerah, pengembangan literasi masyarakat, hingga pembinaan kesastraan berbasis komunitas dan pendidikan.
“Kami menyambut baik kunjungan dan inisiasi kerja sama dari Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah. Pemerintah Kabupaten Kotim berkomitmen untuk mendorong pelestarian bahasa daerah, meningkatkan minat baca di kalangan pelajar, serta mendukung tumbuhnya karya sastra lokal yang dapat memperkaya identitas budaya daerah,” ungkap Masri.
Diskusi berlangsung dalam suasana yang hangat dan produktif. Berbagai masukan dan ide disampaikan oleh kedua belah pihak demi memastikan agar program-program yang dijalankan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pelajar, guru, komunitas literasi, hingga pegiat seni budaya.
Balai Bahasa Kalteng juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan pemerintah daerah agar pelindungan bahasa tidak hanya bersifat simbolis, melainkan nyata dalam bentuk kegiatan yang berkelanjutan.
“Audiensi ini diharapkan menjadi awal dari terjalinnya kerja sama yang lebih erat antara Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah dan Pemkab Kotim,”tegasnya.
Kolaborasi ini dinilai krusial dalam menghadapi tantangan globalisasi yang dapat mengikis eksistensi bahasa daerah, sekaligus menjadi peluang untuk memperkuat karakter generasi muda melalui literasi dan sastra.
Dengan dukungan dari pemerintah daerah, Balai Bahasa Kalteng optimis pelaksanaan program dapat semakin optimal dan menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.
“Melalui kerja sama ini, Kotim diharapkan tumbuh menjadi daerah yang literat, menjunjung tinggi budaya, dan bangga akan bahasa daerahnya,”tandasnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post