SAMPIT – Di tengah pujian dan penghargaan, Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor justru mengingatkan seluruh jajarannya agar tidak terbuai dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang kembali diraih untuk ke-11 kalinya. Menurutnya, capaian itu bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan alarm bagi setiap perangkat daerah untuk terus siaga, berbenah, dan berinovasi.
“Saya selaku kepala daerah menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada semua pihak bahwa Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur telah mendapat penghargaan 11 kali berturut-turut dalam pengelolaan dan pelaporan keuangan tahun 2024, yaitu opini WTP dari BPK RI,” kata Halikinnor, Rabu 4 Juni 2025. Namun di balik kebanggaan itu, ia menegaskan bahwa mempertahankan WTP jauh lebih sulit daripada meraihnya.
Karena itu, ia meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tidak hanya menjaga administrasi keuangan tetap rapi, tapi juga harus mampu membaca tantangan ke depan dengan kinerja yang adaptif dan inovatif. “Opini WTP jangan dianggap sebagai piala yang dipajang tiap tahun. Ini adalah bukti kerja keras yang harus kita jaga, dan itu hanya bisa dilakukan jika setiap OPD tidak lengah. Inovasi harus jalan, disiplin anggaran harus ketat, dan tata kelola harus makin cerdas,” tegasnya.
Menurutnya, pengelolaan keuangan daerah bukan urusan teknis semata, tetapi juga menyangkut bagaimana APBD bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Ia tidak ingin WTP hanya menjadi simbol administratif, sementara program pembangunan tak berjalan maksimal. “Kalau kita lengah, hanya sibuk mengejar laporan keuangan yang rapi tapi lupa esensinya, masyarakat yang dirugikan. Jangan sampai itu terjadi. Saya minta semua OPD menjaga semangat ini, jangan terlena dengan rutinitas,” tambahnya.
Halikinnor juga menilai capaian WTP selama 11 tahun berturut-turut seharusnya menjadi titik tolak untuk lebih berani mengambil langkah pembaruan, baik dalam sistem, teknologi, maupun pola pelayanan publik. Ia meyakini bahwa akuntabilitas keuangan harus selaras dengan efektivitas program di lapangan. “WTP bukan tujuan akhir. Yang paling penting adalah bagaimana setiap rupiah dari APBD bisa memberikan hasil nyata. Itu yang ingin saya jaga dan pastikan,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post