SAMPIT – Ditengah upaya percepatan pembangunan dan penguatan tata kelola pemerintahan, Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor menegaskan bahwa kinerja perangkat daerah tak hanya dinilai dari kesibukan di lapangan, tetapi juga dari kedisiplinan dalam menyusun laporan dan kemampuan membangun kerja sama lintas sektor.
“Saya minta kepala perangkat daerah tetap disiplin dalam menyusun laporan bulanan dan triwulanan. Jangan tunggu diminta, karena itu bagian dari tanggung jawab yang melekat,” tegas Halikinnor saat memberi arahan dalam forum resmi pemerintah daerah, Rabu 4 Juni 2025.
Ia menekankan bahwa laporan tersebut bukan hanya kewajiban administratif, melainkan alat penting untuk mengukur efektivitas pelaksanaan anggaran. Setiap dana yang bersumber dari APBD, Dana Alokasi Khusus (DAK), dan Dana Bagi Hasil (DBH), menurutnya, wajib diawasi dengan ketat agar penggunaannya benar-benar selaras dengan rencana dan memberi manfaat maksimal bagi masyarakat.
Tidak hanya itu, Halikinnor juga menyoroti pentingnya peran aktif perangkat daerah pemungut dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). “Perangkat daerah pemungut harus lebih giat dan inovatif mengejar target penerimaan. Ini penting untuk menyeimbangkan arus kas daerah yang menjadi fondasi kestabilan fiskal kita,” ujarnya.
Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa pembangunan tidak bisa berjalan dengan pendekatan sektoral. Sinergi, koordinasi, dan keselarasan antar perangkat daerah menjadi mutlak. “Seringkali program sudah bagus, tapi gagal karena tidak terkoordinasi. Maka saya minta sinergi diperkuat, jangan ada ego sektoral. Saling berbagi informasi dan menyelaraskan langkah sangat penting,” jelasnya.
Menurut Halikinnor, target pembangunan yang telah ditetapkan bersama tidak akan tercapai jika setiap perangkat daerah berjalan dengan cara dan prioritas masing-masing. Ia mengajak seluruh jajaran untuk mengedepankan kerja kolaboratif dan menjaga konsistensi pelaporan sebagai budaya kerja yang harus dibangun secara bersama.
“Sekarang bukan waktunya bekerja sendiri-sendiri. Mari kita bangun budaya kerja yang disiplin, transparan, dan terintegrasi. Karena kemajuan Kotim adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)


















