SAMPIT – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Taman Kota Sampit, Rabu 4 Mei 2025. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) khsusunya Iduladha 2025.
Koordinator Gerakan Pangan Murah, Mira Septiasari yang juga Analis Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotim menyampaikan bahwa GPM digelar untuk menahan gejolak harga di pasar. “Menjelang hari besar keagamaan biasanya harga cenderung naik. Maka, kegiatan ini kami laksanakan sebagai upaya supaya tidak terjadi lonjakan harga yang bisa menurunkan daya beli masyarakat,” ujarnya, Rabu 4 Juni 2025.
Komoditas yang dijual dalam GPM kali ini terdiri dari beras medium seharga Rp64.000 per 5 kg, minyak goreng Rp15.500 per liter, gula pasir Rp17.000 per kg, bawang merah Rp36.000 per kg, bawang putih Rp30.000 per kg, serta telur ayam Rp50.000 per satu sap. Selain itu juga tersedia produk frozen food, buah-buahan, sayur, dan cabai dari kelompok tani.
“Tidak ada subsidi dalam kegiatan ini. Kami memangkas rantai distribusi, sehingga harganya lebih rendah dari harga di pasar. Mayoritas barang berasal langsung dari distributor maupun kelompok tani binaan kami,” tambahnya. Mira juga memaparkan bahwa harga bawang merah menjadi perhatian, sebab dalam sepekan terakhir mulai merangkak naik.
“Minggu lalu masih Rp35.000 per kg, minggu ini sudah ada yang Rp40.000 sampai Rp45.000 tergantung jenisnya. Di sini kita jual Rp36.000, artinya selisihnya bisa sampai Rp9.000 khusus jenis bawang dari Porbolinggo,” jelasnya. Untuk kegiatan hari ini, disiapkan 2 ton beras, 50 kg bawang merah, 50 kg bawang putih, 360 liter minyak goreng, 300 kg gula pasir, dan 100 sap telur ayam. Semua dijual bebas tanpa sistem kupon dan terbuka untuk masyarakat umum.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post