SAMPIT – Meski tercatat memiliki lebih dari 300 koperasi, Kabupaten Kotawaringin Timur dihadapkan pada kenyataan pahit: banyak koperasi yang kini tidak aktif. Kondisi ini menjadi perhatian serius Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (KUKMPP) setempat.
Plt Kepala Dinas KUKMPP Kotim, Johny Tangkere mengungkapkan bahwa sebagian besar koperasi yang terdaftar tidak lagi menunjukkan geliat usaha. “Banyak koperasi yang hanya tinggal nama. Mereka tidak menjalankan aktivitas, tidak ada inovasi, bahkan untuk koperasi plasma pun banyak yang stagnan,” ungkap Johny, Senin 27 Mei 2025.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam upaya mengembangkan sektor koperasi di daerah. Padahal, beberapa koperasi aktif justru mampu berkembang, bahkan memiliki unit usaha produktif seperti sembako, jasa servis, hingga simpan pinjam.
“Kami sedang mempelajari pola pembinaan yang paling tepat untuk menghidupkan kembali koperasi-koperasi yang mati suri ini. Kuncinya ada pada pendampingan dan inovasi usaha,” ujarnya.
Dinas KUKMPP juga tengah fokus menyukseskan pembentukan Koperasi Merah Putih di seluruh desa dan kelurahan. Program ini diharapkan bisa menjadi titik balik kebangkitan koperasi yang lebih aktif, sehat, dan mandiri.
“Pembentukan koperasi baru memang penting, tapi menghidupkan yang sudah ada juga tidak kalah penting. Kita ingin koperasi benar-benar menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat,” tegas Johny.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post