SAMPIT – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kotawaringin Timur (Kotim) menyebut wilayah setempat tengah berada dalam masa peralihan menuju kemarau atau pancaroba. Perubahan cuaca yang ekstrem pun mulai dirasakan, terutama di wilayah selatan Kotim.
“Kalau untuk cuaca saat ini, karena kita ini daerah tropis, maka kadang-kadang hujan, kadang berawan. Saat ini ada beberapa kejadian seperti arus siklonik dan konvergensi atau pertemuan massa udara di sekitar Kalimantan, yang mendukung pertumbuhan awan-awan hujan,” kata Prakirawan BMKG Kotim, Mita Hutauruk, Kamis 22 Mei 2025.
Ia menjelaskan, pola angin dan arus siklonik itu menjadi penyebab utama hujan di beberapa wilayah selatan Kotim seperti Teluk Sampit dan Pulau Hanaut.
“Pola siklonik yang terjadi di bagian selatan ini mendukung pertumbuhan awan hujan, terutama di wilayah pesisir,” tambahnya.
Menurutnya, wilayah Kotim belum memasuki musim hujan. Berdasarkan prakiraan BMKG, awal musim kemarau di Kotim tidak serentak.
“Wilayah utara diprediksi masuk musim kemarau sekitar Juni dasarian tiga, sementara bagian selatan mulai Juli dasarian satu. Jadi tidak semua wilayah Kotim masuk musim kemarau di waktu yang sama,” ungkapnya.
Mita juga memaparkan bahwa saat ini sedang berlangsung masa pancaroba, yang ditandai dengan perubahan suhu mendadak, angin kencang, serta hujan deras yang turun tiba-tiba lalu cepat berhenti. Kondisi ini menurutnya berdampak pada kesehatan, terutama anak-anak, yang lebih rentan terhadap flu dan pilek.
“Untuk intensitas hujannya saat ini masih tergolong ringan hingga sedang, jadi belum berpotensi menyebabkan banjir. Daerah resapan juga belum terdampak,” ujarnya.
Ia menambahkan, hingga beberapa hari ke depan belum terdeteksi munculnya titik panas di Kotim. Sementara untuk suhu harian, masih tergolong normal.
“Suhu siang hari di Kotim berkisar 32 hingga 34 derajat Celsius. Dikatakan tidak normal jika suhunya lebih atau kurang tiga derajat dari suhu rata-rata, yaitu 32 derajat,” jelasnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post