SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyiapkan pembangunan jalan alternatif sepanjang 1,7 kilometer sebagai solusi mendukung pengembangan Bandara H Asan Sampit.
Jalan ini akan menjadi akses baru bagi masyarakat menyusul rencana penutupan jalan di ujung timur landasan pacu yang selama ini digunakan warga.
“Jalan itu sebenarnya milik bandara, bukan jalan umum. Karena akan ditutup, kita siapkan akses pengganti lewat kawasan arah Jl. Tjilik Riwut yang jalannya sudah eksisting dan fungsional,” jelas Kepala Dinas SDABMBKPRKP Kotim, Mentana Dhinar Tistama, Kamis 22 Mei 2025.
Ia mengatakan, panjang jalan yang akan ditingkatkan mencapai sekitar 1,7 kilometer dengan estimasi anggaran awal sebesar Rp8 hingga Rp9 miliar. Namun, nilai itu masih bersifat sementara dan akan ditentukan setelah penghitungan teknis lebih lanjut.
“Perintah Bupati jelas, ini harus segera. Rencana kami usulkan lewat perubahan APBD 2025, sambil terus berkoordinasi dengan tim anggaran dan OPD terkait,” ujarnya.
Mentana memastikan, pihaknya siap melaksanakan pekerjaan begitu alokasi anggaran disetujui. Langkah ini sekaligus membuka peluang perkembangan kawasan sekitar yang dilalui jalan alternatif tersebut.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post