SAMPIT – Setelah dua tahun tertunda akibat keterbatasan anggaran, Jambore Kader PKK tingkat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kembali digelar di Bumi Habaring Hurung. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini diikuti 292 peserta dari berbagai kecamatan, kelurahan, dan desa.
Selain menjadi ajang silaturahmi, jambore juga diisi dengan seminar kesehatan reproduksi serta perlombaan antar kader.
“Kegiatan ini sangat penting, apalagi ada materi mengenai kesehatan ibu hamil dan janin, yang harus diketahui remaja putri dan para ibu sebagai wawasan dasar,” kata Bupati Kotim Halikinnor saat membuka acara, Selasa 6 Mei 2025.
Ia menyampaikan, meski sempat tertunda sejak 2022, PKK tetap memiliki peran strategis dalam pembangunan berbasis keluarga. Program-program PKK dinilai mampu menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat hingga ke pelosok desa.
Karena itu, ia mendorong agar para kader terus melakukan penyesuaian dan inovasi, menyesuaikan dengan kebutuhan daerah masing-masing.
“Program unggulan seperti pola asuh anak dan remaja dengan penuh cinta kasih sangat relevan dengan kondisi saat ini. Keluarga harus menjadi wahana utama menanamkan nilai etika, moral, dan budaya bangsa,” ujar Halikinnor.
Ia juga mengingatkan pentingnya kreativitas dalam menghadapi keterbatasan anggaran, agar potensi lokal bisa dimaksimalkan untuk menunjang kegiatan PKK.
“Dengan dana pembinaan yang terbatas, kita harus bisa memanfaatkan sumber daya dan lingkungan yang ada secara optimal,” pesannya.
Halikinnor berharap jambore ini bukan sekadar ajang berkumpul, tetapi menjadi media untuk membangkitkan semangat dan motivasi para kader dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Ia juga menyampaikan apresiasi atas kiprah seluruh kader PKK di semua tingkatan.
“Melalui kerja sama yang baik, insya Allah kita dapat terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kotim yang kita cintai ini,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post