SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur menanggapi serius maraknya serangan buaya yang mengancam keselamatan masyarakat, khususnya di wilayah perairan.
Plt Sekretaris Daerah Kotim, Sanggul Lumban Gaol, menyatakan bahwa upaya sosialisasi dan penanganan predator sungai seperti buaya menjadi hal mendesak, baik untuk keselamatan warga maupun perlindungan relawan penyelamat di lapangan.
“Sosialisasi kepada masyarakat terkait pertolongan terhadap serangan predator itu sangat penting. Apalagi buaya seperti ini hidup di sungai, yang mungkin habitatnya sudah terganggu, makanannya berkurang. Ini harus jadi perhatian kita bersama,” kata Sanggul, Selasa 22 April 2025.
Ia menekankan bahwa para relawan, termasuk tim penyelamat air seperti BPBD dan SAR, perlu mendapat perlindungan dan panduan khusus saat menghadapi situasi yang melibatkan serangan buaya. Selain risiko keselamatan korban, para penolong juga menghadapi bahaya langsung ketika beraksi di perairan yang menjadi habitat buaya liar.
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kabupaten bersama Bupati Kotim tengah mempertimbangkan relokasi buaya liar ke Pulau Hanibung. Kawasan tersebut dinilai layak sebagai lokasi penampungan buaya yang tertangkap agar tidak lagi berkeliaran di pemukiman atau sungai yang sering dilalui masyarakat.
“Kalau memang ada buaya yang bisa kita tangkap, bisa kita tempatkan di Pulau Hanibung. Ini bisa mengurangi ancaman dari habitat liar. Selain itu, kalau memungkinkan, bisa juga kita tarik investor untuk budidaya atau peternakan buaya,” ujarnya.
Menurut Sanggul, galian-galian pasir atau lahan tidak produktif di wilayah Kotim bisa dialihkan menjadi area budidaya buaya yang terkelola. Selain mengurangi ancaman serangan, hal ini juga bisa menjadi peluang ekonomi baru di daerah, termasuk sebagai komoditas ekspor.
“Saya kira itu solusi. Di satu sisi buaya kita tempatkan pada lokasi yang aman, di sisi lain juga bisa dikembangkan jadi sektor ekonomi, misalnya untuk ekspor kulit buaya atau peternakan yang dikelola dengan baik,” jelasnya.
Dengan pendekatan ini, Pemkab Kotim berharap dapat menekan risiko serangan buaya, melindungi keselamatan masyarakat dan relawan, serta membuka potensi baru dari sisi pemanfaatan sumber daya alam secara terkontrol dan berkelanjutan.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post