SAMPIT – Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian Perdagangan dan Pasar Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Fahrujiansyah, menegaskan, selama periode libur atau menjelang hari raya Idulfitri 2025, pihaknya tidak menemukan pedagang atau distributor nakal yang melakukan penumpukan barang.
“Berdasarkan pantauan kita untuk memastikan ketersediaan barang serta pengawasan agar tidak adanya distributor yang melakukan penumpukan barang, kita tidak menemukan adanya penumpukan sehingga saat ini masih dalam kondisi aman,”katanya, Rabu, 26 Maret 2025.
Menurutnya, sejumlah pasokan kebutuhan pokok di wilayah kabupaten Kotim memang rata-rata memasok dari luar daerah sehingga tidak heran jika menjelang hari besar keagamaan kerap kali mengalami kenaikan meskipun tidak signifikan.
“Untuk menstabilkan harga di pasaran pada tahun 2025 ini Pemerintah Daerah tetap melanjutkan program pasar murah bagi masyarakat,” ujarnya.
Namun memang diakuinya bahwa program pasar murah pada tahun 2025 ini mengalami pengurangan akibat adanya efisiensi. Yang mana pada 2025 pihaknya menargetkan pelaksanaan pasar murah pada 7 hingga 8 titik, dan yang sudah terealisasi sebanyak 6 titik di 6 kecamatan.
“Kita sudah laksanakan pasar murah di 6 kecamatan, yaitu Kecamatan Baamang, MB Ketapang, Kota Besi, Cempaga, Samuda dan Mentaya Hilir Utara,”bebernya.
Dalam pasar murah itu, pemerintah menjual paket sembako senilai Rp150.000. Yang mana Rp100.000 disubsidi pemerintah dan Rp50.000 ditebus oleh masyarakat.
“Meskipun ada pengurangan kita berharap program ini tetap dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokoknya. Pada tahun 2024 lalu, jumlah paket kita ada 56.000 paket, sementara pada 2025 ini cuman 18.000 paket, dan baru tersalurkan 6.000 paket,”ungkapnya.
Menurutnya, pemerintah masih terus melihat perkembangan pasar yang mana untuk program pasar murah tidak akan disalurkan sekaligus agar sembako yang dijual di pasaran tetap dibeli oleh masyarakat.
“Jika ada lonjakan harga yang tinggi lagi baru kita akan menggelar pasar murah kembali untuk membantu menstabilkan harga. Karena jika kita salurkan sekaligus habis, dikhawatirkan menjelang Natal dan tahun baru nanti yang biasanya ada kenaikan harga kita tidak bisa membantu lagi untuk menstabilkan melalui program pasar murah,”tegasnya.
Apalagi tambahnya, anggaran untuk program pasar murah ini dianggarkan untuk 1 tahun sehingga pihaknya khawatir jika tidak mendapatkan anggaran lagi pada perubahan nantinya maka tidak akan bisa menggelar pasar murah kembali apabila langsung disalurkan sekaligus.
“Kita juga sudah melaporkan Kepada Bupati terkait penyaluran program pasar murah untuk membantu menstabilkan harga dan perintah beliau memang dilakukan secara bertahap,”tutupnya.
Adapun sejumlah komoditi yang diperjualkan dalam pasar murah ini berupa beras premium, minyak goreng, gula pasir dan lauk sarden.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post