SAMPIT – Dinas Perhubungan kabupaten Kotawaringin Timur akan mensiagakan personil di posko mudik lebaran sebagai pusat informasi bagi masyarakat yang akan bepergian.
Plt Kepala Dishub Kotim, Rody Kamislam, menyampaikan bahwa pihaknya akan mendirikan posko-posko sebagai pusat informasi serta melakukan pengecekan kesiapan transportasi darat dan laut.
“Dishub juga sudah berkoordinasi dengan pihak bandara serta Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) untuk memastikan kelancaran layanan transportasi di semua jalur,”ungkapnya.
Salah satunya terkait terminal di Kota Sampit yang berfungsi sebagai transit antar kabupaten dan kota, dengan bus Damri yang mulai beroperasi di jalur Pangkalan Bun – Sampit – Palangka Raya.
“Terminal di Kotim berperan sebagai transit, sementara terminal induk tetap berada di Palangka Raya. Dan kami memperkirakan jumlah pemudik di Kotim akan mengalami lonjakan, baik yang datang maupun pergi, dengan peningkatan sekitar 10 hingga 15 persen saat cuti bersama dan libur panjang,” jelasnya.
Terkait harga tiket, Rody menegaskan bahwa pihaknya mengikuti kebijakan pemerintah pusat yang telah menetapkan ambang batas harga tiket untuk moda transportasi seperti kereta api dan kapal laut agar tidak melonjak tajam.
“Kenaikan harga tiket diatur oleh pemerintah pusat agar tetap wajar dan tidak melebihi ambang batas. Hal ini untuk mencegah adanya oknum yang memanfaatkan lonjakan jumlah pemudik dengan menaikkan harga tiket secara tidak wajar,” bebernya.
Lebih lanjut dijelaskan, bahwa harga tiket bisa saja mengalami fluktuasi tergantung pada strategi pemasaran maskapai atau perusahaan transportasi, terutama saat hari keberangkatan jika kuota masih belum terpenuhi.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post