SAMPIT – Dalam satu hari telah terjadi tiga kebakaran di kota Sampit kabupaten Kotawaringin Timur yang menghebohkan masyarakat. Adapun kejadian itu pertama terjadi di Kelurahan Sawahan, Komplek Kamar XX, disusul kejadian di Jalan Muhran Ali Gang Delima Kuning Kelurahan Baamang Hilir. Kemudian ketiga di Desa Bangkuang Makmur, Kecamatan MB Ketapang.
“Melihat banyaknya kejadian kebakaran dalam satu hari ini kami meminta agar PLN melakukan peremajaan kabel listrik. Meskipun tiga kejadian kebakaran ini masih belum diketahui apa penyebabnya, namun salah satu penyebab paling banyak terjadinya kebakaran adalah konslet listrik,”kata Wakil Bupati Kotim Irawati, Jumat 31 Januari 2025.
Selanjutnya, dari informasi yang dihimpun kebakaran pertama yang terjadi di Komplek Kamar XX, api muncul dari salah satu rumah yang tengah kosong ditinggalkan pemiliknya. Berdasarkan keterangan warga setempat tempat terdengar adanya ledakan sebelum api membesar.
“Namun dari keterangan pemilik rumah mereka tidak ada menghidupkan kompor hanya kipas angin yang tidak dimatikan,”ujar Irawati yang saat itu langsung meninjau lokasi kebakaran.
Menurutnya, saat ini penyebab kebakaran masih diteliti oleh pihak Kepolisian. Sementara untuk kejadian yang kedua rumah juga tengah kosong lantaran semua anggota keluarga fokus mengantar orang tua mereka yang tengah sakit berobat ke rumah sakit.
“Makanya kita minta bagaimana ke depan PLN untuk melakukan peremajaan kabel-kabel listrik karena Kotim sudah beberapa tahun ini tidak ada peremajaan kabel listrik dan juga harus ada sosialisasi pemakaian kabel sesuai standar,”tegasnya.
Selanjutnya, hal itu sangat penting untuk menambah pengetahuan masyarakat guna meminimalisir penyebab terjadinya kebakaran baik itu dari penggunaan barang elektronik yang tidak sesuai standar atau kelalaian pada saat meninggalkan rumah.
“Saya juga menghimbau agar masyarakat lebih waspada sebelum meninggalkan rumah, karena satu kesalahan kita bisa mengakibatkan musibah juga bagi orang lain di sekitar,”tegasnya.
Dikatakan Irawati, dirinya telah meminta Dinas Sosial untuk segera mendata Berapa anggota keluarga yang terdampak dalam kebakaran tersebut agar segera dialokasikan bantuan dari pemerintah.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post