SAMPIT – Dinas Perhubungan kabupaten Kotawaringin Timur memastikan dukungan pemilik lahan untuk pelaksanaan pengembangan bandara H Asan Sampit melalui kegiatan sosialisasi kepada pemilik lahan yang berada di sekitar bandara.
“Selain untuk memastikan dukungan melalui sosialisasi ini juga kami melakukan verifikasi dokumen kepemilikan lahan, yang dilanjutkan oleh tim appraisal untuk menentukan harga lahan yang ideal,” kata PLT Kepala Dinas Perhubungan kabupaten Kotim Rody Kamislam, Rabu 15 Januari 2025.
Dirinya juga mengatakan, Upaya ini dilakukan untuk mempercepat pembebasan lahan agar relokasi gedung pertolongan kecelakaan penerbangan dan pemadam kebakaran (PKP PK) di Bandara H Asan Sampit dapat segera dipindahkan.
“Hal ini agar bandara mampu melayani manuver pesawat yang lebih besar. Yang mana saat ini bandara kita hanya mampu melayani pesawat jenis ATR 72 dan Boeing 737-500. Melalui Upaya ini nantinya bandara akan mampu didarati pesawat berbadan besar seperti A320, sehingga keamanan bandara juga harus ditingkatkan,”jelasnya.
Karena lanjutnya, posisi gedung PKP-PK saat ini beresiko terkena sayap pesawat. Sehingga diperlukan lahan seluas 1,7 hektar untuk pembangunan gedung baru yang lokasinya berada di samping kantor BMKG Kotim.
Sementara itu Lurah Baamang Hulu Rudi Setiawan mengatakan bahwa lahan itu saat ini masih dimiliki warga dan perlu dilakukan pembebasan lahan. Yaitu ada 8 orang yang memiliki lahan tersebut dengan total 13 Kavling tanah.
“Pada prinsipnya semua pemilik lahan itu bersedia lahannya dibeli. Dan kami dari Kelurahan turut membantu menjembatani proses ini agar berjalan lancar, sehingga kesepakatan antara pemerintah daerah dan pemilik lahan dapat tercapai,”ucapnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post