SAMPIT -Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) menyebutkan, realisasi pendapatan pada 2024 memang lebih kecil dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang mencapai 97 persen. Namun secara nominal, terdapat peningkatan signifikan dari Rp2,1 triliun pada 2023 menjadi Rp2,3 triliun pada 2024.
“Meski tidak 100 persen, namun realisasi pendapatan daerah pada 2024 mencapai Rp2,3 triliun atau 95,92 persen dari target yang telah ditetapkan. Dan ini cukup tinggi,”kata Kepala Bapenda Kotim, Ramadansyah, Jumat 10 Januari 2025.
Sehingga menurutnya, meski persentase realisasi lebih rendah, capaian keuangan pada 2024 tetap lebih baik.
“Pendapatan daerah Kotim pada 2024 terdiri dari tiga variabel, yaitu Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan capaian 51,86 persen, Pendapatan Transfer 109,55 persen, dan Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah,”sebutnya.
Kendala utama yang menyebabkan belum tercapainya target pendapatan daerah adalah realisasi PAD yang belum maksimal, terutama pada penerimaan pajak daerah yang hanya mencapai 25,27 persen.
“Dari sebelas jenis pajak daerah yang menjadi sumber PAD, dua jenis mengalami kendala pada 2024, yaitu pajak sarang burung walet dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Pajak walet hanya terealisasi sebesar 61,76 persen dari target Rp560.000.000, sedangkan BPHTB hanya mencapai 6,95 persen dari target Rp349.985.907.600,”terang Ramadan.
Ditambahkannya, target pendapatan daerah pada 2024 adalah Rp2.432.356.040.400, sedangkan realisasinya Rp2.333.228.309.758,59. Dengan demikian, terdapat kekurangan sebesar Rp99.127.730.641,41 dari target yang telah ditetapkan.
“Saat ini angka tersebut masih menunggu pemeriksaan audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK),”tutupnya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post