SAMPIT – Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Kotawaringin Timur Umar Kaderi menghimbau agar seluruh kepala desa aktif menggalakkan program jamban sehat untuk mendapatkan status Desa Open Defecation Free (ODF) atau Desa bebas buang air besar sembarangan.
“Dengan komitmen dan dukungan yang kuat Kami yakin Kabupaten Kotim dapat mewujudkan kabupaten yang bebas dari buang air besar sembarangan menuju lingkungan yang lebih sehat dan produktif,”ujarnya, Jumat 10 Januari 2025.
Menurutnya, salah satu kendala utama dari program ini yaitu mengubah kebiasaan masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai. Yang mana biasanya mereka masih banyak menggunakan jamban apung di sungai yang berpotensi menimbulkan berbagai penyakit.
“Hal itu menjadi tantangan besar bagi kita untuk mengubah kebiasaan tersebut karena akses terhadap jamban sehat masih terbatas,”ucapnya.
Untuk mencapai target ODF menurutnya, diperlukan tidak hanya dukungan dari anggaran yang memadai baik dari APBD maupun dana alokasi desa dan dana desa namun juga dukungan dari pemerintah Desa melalui program edukasi dan pemicuan penggunaan jamban sehat.
“Karena saat ini status ODF di Kabupaten Kotim masih terbilang rendah. Perlu kerjasama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terutama yang masih menggunakan jamban apung bahwa berbagai penyakit bisa saja muncul akibat buang air besar di sungai, seperti penyakit kulit, cacingan, diare bahkan stunting pada anak,”tutupnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post