SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) berkomitmen dalam melaksanakan program makanan bergizi gratis menggunakan sumber daya lokal yang ditetapkan pada 17 kecamatan yang ada di Kotim, termasuk bahan baku dari para petani dan pedagang di wilayah setempat seperti singkong maupun pisang bakar juga beras lokal.
Pj Sekda Kotim, Sanggul L Gaol menyebutkan, sebelumnya Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan agar bahan baku program ini berasal dari desa-desa untuk mendukung ekonomi masyarakat. “Dalam penyediaan maka bergizi gratis nantinya juga kita akan melibatkan berbagai organisasi kewanitaan, khususnya untuk mengelola dapur umum yang akan dibangun di setiap Kecamatan,” tegasnya, Minggu 5 Januari 2025.
Dikatakannya, tim penggerak PKK pun akan dilibatkan di setiap Kecamatan khususnya yang ahli memasak untuk memastikan makanan bergizi ini diproses dengan baik dan sesuai dengan standar. “Untuk biaya sendiri Sementara akan ditanggung dari APBD minimal 2,5% dari pendapatan asli daerah, sementara untuk pembangunan dapur umum nantinya akan dibiayai langsung oleh badan gizi nasional. Untuk pembagian zona distribusi akan dilakukan oleh pihak Kecamatan agar makanan tetap segar dan aman saat didistribusikan,” tutupnya.
Sementara itu, terkait program makanan bergizi gratis, Camat Seranau Dwi Kushendro menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan lokasi khusus untuk pembangunan dapur umum yang nantinya menjadi wadah menyajikan makanan bergizi secara gratis tersebut. “Meski saat ini kami masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat untuk menjalankan program makan bergizi gratis, namun kami sudah menyiapkan lokasi untuk mendirikan dapur umum sebagai bagian dari pelaksanaan program ini,” ujarnya.
Tambahnya, pihaknya telah menyiapkan lahan dengan ukuran 40 x 50 m sesuai arahan pemerintah. Sehingga jika program ini nantinya akan dilaksanakan pihaknya juga telah menyediakan tempat sementara yang dekat dengan Kantor Kecamatan untuk mempermudahkan koordinasi. “Lokasi yang representatif telah kami siapkan dan jika program ini harus dimulai lebih cepat kami juga telah siap dengan menyediakan lokasi alternatif yang tidak jauh dari kantor kecamatan,” tegasnya.
Tambahnya, pemerintah Kecamatan berharap program ini dapat segera berjalan sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat terutama mereka yang berada dalam kelompok rentan. “Dengan dapur umum sebagai pusat distribusi, program ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang membutuhkan, terutama untuk mengatasi masalah kelaparan, kurang gizi dan meningkatkan kesehatan masyarakat,” demikiannya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post