SAMPIT – Pengurus Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Ustadz Rusdianto menyampaikan, dalam rangka memperkuat Iman khususnya bagi mualaf di wilayah kabupaten Kotawaringin Timur, pihaknya menyelenggarakan kegiatan musabaqah mualaf binaan (MMB).
“Sebagai umat Islam kita meyakini bahwa Alquran adalah pedoman hidup yang membawa cahaya bagi siapa saja yang mendekat dan mempelajarinya. Acara musabaqah mualaf ini merupakan sebagian dari upaya kita untuk memperkuat Iman, memperdalam ilmu agama, mencintai Alquran dan membangun ukhuwah islamiyah terutama di kalangan mualaf yang baru saja menerima Hidayah Islam,”ucapnya, Senin 2 Desember 2024.
Dirinya mengapresiasi semangat para peserta yang dengan tulus mengikuti ajang ini, meskipun perjalanan dalam memahami dan mengamalkan Alquran masih terus berlangsung.
“Semoga acara ini menjadi penyemangat bagi kita semua untuk semakin dekat dengan Allah subhanahu wa ta’ala. Kegiatan ini juga merupakan salah satu bentuk penyaluran dana zakat, infaq dan sedekah berbentuk dakwah,”bebernya.
Menurutnya, dompet dhuafa bersinergi juga dengan Baznas dalam pengumpulan dana zakat, infaq dan sedekah Yang dihimpun sekaligus dikelola sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku.
Salah satunya adalah penyaluran dana zakat, infaq sedekah (Zis) untuk kegiatan dakwah seperti halnya MMB ini. Yakni pembinaan mualaf dan mendorong peningkatkan kapasitas diri dalam membaca Alquran sebagai kitab suci agama Islam, sekaligus sebagai penguatan aqidah dan sakosah Islamiyah.
“Program penyaluran di bidang dakwah ini, Baznas berfokus pada mualaf dan kaum marginal wilayah 3T (terdepan terluar dan tertinggal), prasarana ibadah dan aktivitas keislaman,”tegasnya.
Sementara itu Direktur Program Sosial Kemanusiaan dan Dakwah Dompet Dhuafa yaknk KH. Ahmad Shonhaji menyampaikan,
lembaga ini berdiri sejak 1993 dan saat ini sudah berusia 31 tahun.
“Sampai saat ini kita memiliki 24 cabang tersebar di nusantara, dengan empat cabang luar negeri di Australia, Amerika, Hongkong dan Jepang. Juga Mitra zakat ada sebanyak 14 dan 95 mitra pengenal zakat di beberapa cabang di Indonesia,”bebernya.
Semua itu kata KH Ahmad, merupakan satu ikhtiar untuk ikut mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut serta pembangunan masyarakat Indonesia.
“Yang kami lakukan merupakan satu upaya bersinergi dengan pemerintah dan dengan semua komponen lembaga-lembaga dakwah serta lembaga-lembaga masyarakat untuk terlibat aktif dalam melakukan pembangunan masyarakat Indonesia,”ucapnya.
Oleh karena itu melalui kegiatan yang dilaksanakan di Sampit, Kalimantan Tengah ini merupakan rangkaian kegiatan di 5 wilayah dalam waktu yang bersamaan. Dimana juga dilaksanakan musabaqah untuk mualaf di Medan, Papua, Alor Nusa Tenggara Timur, Batam dan juga di Sumatera Utara.
“Semua yang kami lakukan bersinergi dengan lembaga-lembaga zakat di tingkat lokal dan juga Lembaga Dakwah yang ada di wilayah masing-masing. Semua dilakukan dalam rangka penyaluran pada salah satu penerima zakat yaitu mualaf,”teranganya.
Selain itu juga, dompet duafa melakukan pembinaan terhadap 75 lembaga-lembaga mitra mualaf yang ada di Indonesia. Dan semua merupakan satu upaya sinergitas bersama lembaga-lembaga mualaf lainnya.
“Kita bersinergi dalam satu konsorsium yang diprakarsai oleh Majelis Ulama Indonesia pusat, sehingga kita kemarin melakukan satu pertemuan audiens bahwa Kementerian Agama akan mensupport kegiatan lembaga-lembaga pembinaan mualaf di nusantara ini,”ungkap KH Ahmad.
Dengan harapan, melalui salah satu kegiatan seperti musabaqah mualaf ini, menjadi satu ikhtiar membangun silaturahmi dan mengikat senergi di antara umat.
“Karena dalam perjuangan Islam, membutuhkan keterlibatan aksi dari banyak pihak dan kita yang hadir merupakan satu ikhtiar merekatkan silaturahmi dan merekatkan sinergi dalam rangka penguatan aqidah umat. Mudah-mudahan yang kita lakukan mendapatkan rahmat dan ridho dari Allah subhanahu wa ta’ala,”tutupnya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post