SAMPIT – Ketua Yayasan Generasi Anshor Peduli Ustadz Adi Cahyono menyampaikan, bersama dompet dhuafa pihaknya turut Andir melakukan pembinaan terhadap mualaf khususnya di kabupaten Kotawaringin Timur ada sebanyak 50 mualaf yang dibina.
“Setelah kami pelajari ternyata mualaf itu luas bukan cuma yang baru saja memeluk agama Islam tapi ternyata orang-orang Islam pun itu bisa dikatakan mualaf. Jika dia lemah imannya,”ujar Ustadz Adi, Senin 2 Desember 2024.
Menurutnya, 4 bulan belakangan ini pihaknya juga sudah turut membina sekitar 50 mulaf di Kotim dengan kegiatan-kegiatan pengajian dan juga penguatan aqidah seperti pembinaan,
“Besar harapan kami nanti ke depan kita bisa bersama melakukan kegiatan-kegiatan yang lebih baik dengan syiar-syiar Islam dengan kegiatan peningkatkan wawasan melalui zakat,”ucapnya.
Menurut Ustadz Adi, potensi zakat di Indonesia mencapai Rp 400 triliun dan baru terkelola sekitar puluhan triliun, sehingga masih banyak potensi zakat yang belum terkelola.
“Seandainya ini terkelola dimulai dari kita yang terkecil di kabupaten Kotim, kesejahteraan umat itu bisa kita capai. Meskipun secara sunatullah kita tidak bisa menghapus yang namanya fakir miskin dan sebagainya, setidaknya kita bisa menguranginya dan juga meningkatkan taraf hidupnya,”terang Ustadz Adi.
Ia mengajak seluruh organisasi, seluruh lapisan masyarakat untuk bergabung bersama dalam gerakan-gerakan kemanusiaan dan gerakan-gerakan yang bisa dioptimalkan untuk mencapai kesejahteraan umat.
“Kami berharap juga kepada kementerian agama dan MUI untuk senantiasa membimbing kami agar diberikan kemudahan-kemudahan dalam kita bersama-sama berkolaborasi memberikan kebaikan-kebaikan untuk umat,”ujarnya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post