SAMPIT – Usai meninjau sarana dan prasarana yang tersedia pada pusat perbelanjaan mentaya atau PPM yang berada di Kota Sampit kabupaten Kotawaringin Timur, PLT Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kotim Fahrujiansyah menyampaikan perlu banyak dilakulan pembenahan.
“Hari ini kita meninjau langsung kondisi pasar sebagai tindak lanjut dari hasil rapat pada 8 Oktober lalu dan kami mengajak DPRD serta pihak terkait untuk melihat secara langsung bersama-sama kondisi infrastruktur pasar,”ujarnya, Selasa 5 November 2024.
Hal itu lanjutnya, untuk melihat Yang mana lebih krusial dan yang harus dibenahi pertama kali. Dari hasil pantauan itu menurutnya yang perlu dibenahi secepatnya adalah area parkir yang terlihat banyak berlubang-lubang.
“Karena memang sejak dibangunnya pasar ini dari tahun 2004 tidak pernah ada pembenahan. Jadi kita kedepannya akan ada pemeliharaan, termasuk tidak berfungsinya toilet di atas juga akan diperbaiki,”bebernya.
Selain itu lanjutnya, drainase dan klistrikan juga menjadi prioritas untuk pembenahan karena juga tidak pernah dilakukan pembenahan sejak tahun 2004, termasuk pintu-pintu pengamanan di PPM.
“Nanti untuk penganggaran, akan kita buat kajian teknisnya dan kita sampaikan ke pihak tim anggaran pemerintah daerah dan DPRD agar tahun anggaran 2025 bisa dimasukkan sesuai dengan kemampuan keuangan daerah,”tegasnya.
Di sisi lain lanjutnya, pemerintah ada penerimaan retribusi pasar dari pedagang yang kadang menuntut kepada pedagang untuk segera mencapai target yang ditetapkan untuk pendapatan daerah, tetapi ujarnya perlu disadari pemerintah juga harus memberikan hal-hal untuk membantu pelayanan ke di pasar.
“Aehingga nilai pendapatan mereka bertambah untuk memberikan kontribusi kepasa daerah. Maka dari itu melihat kondisi pasar banyak toko yang tutup kedepannya kita akan kembali merencanakan pembangunan tempat hiburan atau cafe di bagian lantai atas PPM,”bebernya.
Sehingga lanjutnya, dalam setiap tahunnya bisa melaksanakan event ataupun kegiatan UMKM yang nantinya akan berujung pada menariknya minat masyarakat untuk berkunjung.
Dirinya berharap Hal ini dapat terwujud dengan kolaborasi yang baik antara pengurus pasar, pemerintah DPRD dan pihak terkait lainnya guna mempertahankan keberadaan PPM di tengah zaman yang serba digitalisasi saat ini.
“Karena di zaman sekarang ini banyak masyarakat memilih belanja di pasar-pasar online. Namun kita tetap akan berupaya untuk mempertahankan keberadaan ppm karena seperti di daerah Jawa saja mereka bisa bertahan yang artinya kita pun juga bisa,”imbuhnya.
Apalagi kata Fahrujiansyah, pada awal pembangunan PPM ini dulunya pemerintah daerah mengeluarkan anggaran yang tidak sedikit sehingga keberadaan pasar memang harus dipertahankan terutama untuk menjadi wadah para pedagang mendapatkan penghasilan.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post